Pengeroyokan di Colomadu, Karanganyar, menyimpan fakta baru yang mencengangkan setelah korban Tri Agung Mulyanto diketahui pernah menjadi saksi dalam sidang kasus penganiayaan di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar. Peristiwa pengeroyokan oleh orang tak dikenal itu terjadi di Desa Gedongan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Sabtu (1/8/2026).
Tri Agung Mulyanto yang merupakan warga Kota Solo sebelumnya sempat memberikan keterangan di depan majelis hakim pada pertengahan Juli 2026. Kehadirannya di pengadilan berkaitan dengan agenda sidang perkara dugaan tindak pidana penganiayaan yang teregistrasi dengan nomor 70/Pid.B/2026/PN.Krg.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKuasa hukum korban, Ruth Monica Ariyanto, membenarkan bahwa kliennya sempat hadir sebagai saksi sebelum insiden pengeroyokan tersebut menimpanya. Dalam sidang yang digelar pada Senin (13/7/2026) tersebut, Agung hadir untuk memberikan keterangan sebagai saksi yang meringankan pihak terdakwa.
Adapun perkara tersebut melibatkan terdakwa bernama Andhy Suardi (54) dengan korban bernama Sie Kho Mey Koan yang terjadi di wilayah Gondangrejo. Berdasarkan catatan sistem informasi pengadilan, insiden awal yang disaksikan oleh Agung itu terjadi di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.
Kuasa Hukum Duga Ada Keterkaitan
Kuasa hukum korban menduga bahwa insiden pengeroyokan yang dialami Tri Agung Mulyanto memiliki keterkaitan erat dengan kesaksiannya di persidangan. Dugaan ini muncul lantaran tidak ada barang berharga milik korban yang hilang, sehingga motif penyerangan tersebut mengarah pada unsur balas dendam atau intimidasi.
Meski demikian, pihak kepolisian dan tim kuasa hukum masih harus mendalami kasus ini lebih lanjut untuk memastikan motif sebenarnya. Identitas para pelaku pengeroyokan hingga kini masih dalam tahap penyelidikan oleh aparat penegak hukum setempat.
Pihak korban berharap kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus kekerasan jalanan ini secara transparan dan profesional. Pengungkapan identitas pelaku menjadi kunci utama untuk menjawab misteri di balik penyerangan yang menimpa saksi sidang tersebut.
Masyarakat sekitar juga diimbau untuk tetap tenang dan melaporkan setiap informasi yang dapat membantu penyelidikan kepada kantor polisi terdekat. Perkembangan penanganan kasus ini kini tengah dipantau secara seksama oleh pihak keluarga dan kuasa hukum korban.