Dunia ilmu pengetahuan selama puluhan tahun kerap didominasi oleh citra laki-laki sebagai sosok ilmuwan. Namun, persepsi ini perlahan mulai bergeser. Berdasarkan laporan dari UOL, sebuah studi dari Northwestern University di Amerika Serikat menunjukkan tren positif di mana anak-anak kini lebih sering menggambarkan sosok perempuan saat diminta mengilustrasikan seorang ilmuwan.
Fenomena ini terekam dalam riset yang meninjau 78 studi selama lima dekade, melibatkan lebih dari 20 ribu gambar dari anak-anak. Antara tahun 1960-an hingga 1970-an, kurang dari 1 persen anak menggambar ilmuwan sebagai sosok perempuan. Angka tersebut perlahan merangkak naik menjadi 28 persen pada periode 1985 hingga 2016.
David Miller, penulis utama studi tersebut, menyatakan bahwa perubahan persepsi ini tidak terlepas dari transformasi sosial yang terjadi selama 50 tahun terakhir. Popularitas media massa, televisi, serta kemajuan akses informasi dinilai berperan besar dalam membangun representasi baru mengenai siapa sosok yang layak disebut sebagai ilmuwan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePentingnya kehadiran sosok perempuan di bidang sains juga disoroti dari sisi psikologis anak. Jika anak tidak mampu membayangkan adanya perempuan di balik jas putih laboratorium, maka langkah mereka untuk mengejar karier di bidang saintifik akan terasa lebih berat. "Jika kita bahkan tidak bisa membayangkan itu ada, bagaimana mungkin kita bisa ingin meniti jalan tersebut suatu hari nanti," ungkap penulis dalam kolomnya.
Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains yang diperingati setiap 11 Februari menjadi pengingat akan pentingnya kontribusi dan dorongan bagi perempuan untuk berkarier di dunia ilmiah. Seiring dengan masifnya penggunaan media sosial saat ini, visibilitas sosok perempuan ilmuwan diharapkan dapat terus meningkat, membantu generasi muda untuk melihat lebih banyak role model nyata di bidang sains.