Risiko kebakaran pada fasilitas kelistrikan tentu tidak bisa ditangani hanya saat api sudah telanjur muncul. Berdasarkan laporan RRI, langkah pencegahan, pengenalan potensi bahaya, hingga kesiapan personel menjadi kunci utama demi melindungi aset vital sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik.
Hal tersebut mendasari kolaborasi antara PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Kota Denpasar. Kedua instansi baru saja menggelar sesi berbagi pengetahuan mengenai mitigasi kebakaran di Kantor Diskarmat Kota Denpasar.
Manager PLN UP2D Bali Petrus Irwan Ichwansaputra menyatakan bahwa keselamatan kerja merupakan elemen vital dalam menjaga operasional sistem distribusi listrik. "Kami ingin memastikan risiko dapat dikenali dan dicegah sedini mungkin serta seluruh personel siap menghadapi keadaan darurat," ujarnya sebagaimana dikutip dari laporan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Dunia Usaha Diskarmat Kota Denpasar, Ni Luh Gede Sunarti, menekankan pentingnya survei lingkungan sebelum simulasi darurat dilakukan. "Sebelum simulasi dilakukan, perlu ada survei dan pengenalan lingkungan sehingga skenario yang disiapkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan," ungkapnya.
Dalam sesi edukasi tersebut, petugas juga menyoroti perawatan alat pemadam api ringan jenis serbuk kimia kering yang sering luput dari perhatian. Tabung APAR disarankan untuk dibolak-balik setiap dua bulan sekali guna mencegah serbuk di dalamnya menggumpal, di samping mewaspadai ancaman korsleting akibat gigitan tikus pada kabel.
Melalui sinergi ini, PLN UP2D Bali berkomitmen untuk terus meningkatkan standar keamanan fasilitas operasionalnya. Kerja sama dengan Diskarmat Denpasar diharapkan mampu memperkuat respons cepat tanggap darurat demi keamanan masyarakat luas.