Sebagaimana diwartakan oleh media El Universo, kapal riset oceanografi BAE Orion secara resmi meninggalkan dermaga Base Naval Sur di Guayaquil untuk memulai ekspedisi ilmiah penting di perairan laut Ekuador. Pelayaran yang dilepas dengan penuh haru oleh keluarga para kru ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam perkembangan fenomena iklim global di kawasan Pasifik Sudeste.
Berdasarkan laporan yang dirilis, kapal tersebut dijadwalkan beroperasi selama kurang lebih 46 hari dan akan kembali pada 17 Oktober mendatang. Selama pelayaran berlangsung, tim ekspedisi akan memantau sekitar 59 stasiun oceanografi yang tersebar di sepanjang pantai kontinental, Kepulauan Galápagos, hingga kawasan konservasi laut Hermandad.
Kapten Korvet Carlos Perugachi selaku Direktur Oceanografi dari Instituto Oceanografico y Antartico de la Armada (Inocar) menjelaskan bahwa misi utama pelayaran ini adalah memperbarui data fisik, kimia, biologi, dan meteorologi. Data tersebut sangat krusial untuk memverifikasi sejauh mana dampak serta evolusi dari fenomena El Nino yang sedang berkembang di wilayah perairan nasional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut, Perugachi menambahkan bahwa pemantauan intensif sepanjang September hingga Oktober sangat diperlukan guna memahami respons atmosfer terhadap pemanasan air laut sebelum memasuki kuartal terakhir tahun 2026. Seluruh informasi yang terkumpul nantinya akan diserahkan kepada Comité Nacional Erfen untuk dianalisis secara komprehensif.
Selain melibatkan personel militer dan peneliti profesional, ekspedisi ini juga mengikutsertakan belasan mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan tinggi seperti Universidad Estatal Peninsula de Santa Elena dan Escuela Superior Politecnica de Chimborazo. Keterlibatan akademisi muda ini diharapkan mampu memperkuat riset kelautan dan mitigasi perubahan iklim di masa mendatang.