Sejumlah wilayah di Indonesia harus bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang pada hari ini, Jumat (21/8). Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peringatan dini ini berlaku untuk periode 20 hingga 22 Agustus 2026.
Dalam rilis resminya, BMKG menyebutkan bahwa wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat masuk dalam kategori Waspada karena berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat. Kendati demikian, tidak ada wilayah di Indonesia yang saat ini berstatus Siaga maupun Awas untuk kategori hujan sangat lebat hingga ekstrem.
Secara umum, prakiraan cuaca nasional untuk periode dasarian II Agustus hingga dasarian I September 2026 didominasi oleh curah hujan kategori rendah hingga menengah. Curah hujan dengan curah kurang dari 50 mm per dasarian berpeluang mendominasi sebagian besar wilayah mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan BMKG, kondisi cuaca kering ini tidak terlepas dari pengaruh fenomena El NiƱo yang berada pada intensitas sangat kuat serta IOD positif. Kombinasi kedua faktor tersebut cenderung mengurangi suplai uap air ke wilayah Indonesia dan mempertahankan kondisi atmosfer yang relatif kering.
Walaupun demikian, pengaruh fenomena global tersebut tidak merata di seluruh daerah karena adanya dukungan dinamika atmosfer regional dan lokal. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan turut memengaruhi wilayah Sumatra, Kalimantan bagian barat dan utara, serta Papua bagian utara dan barat.
Selain MJO, pergerakan Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial juga diprediksi aktif di beberapa wilayah seperti Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan. Aktivitas gelombang atmosfer inilah yang berpotensi memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan di daerah-daerah tertentu.