Trinity Blood merupakan seri novel ringan populer asal Jepang yang ditulis oleh Sunao Yoshida dengan ilustrasi karya Thores Shibamoto serta pertama kali diserialisasikan melalui majalah The Sneaker. Berlatar belakang 900 tahun setelah perang apokaliptik antara manusia dan vampir, cerita ini berfokus pada konflik Perang Dingin yang terjadi antara Vatikan sebagai pemerintah manusia serta New Human Empire yang dihuni oleh kaum vampir Methuselah.
"Karya ini mengeksplorasi kompleksitas politik dan pertahanan umat manusia melalui sudut pandang pertarungan faksi-faksi yang saling bersaing," demikian penjelasan umum mengenai latar cerita novel tersebut.
Cerita bermula ketika populasi Bumi melonjak drastis, memaksa umat manusia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mencoba melakukan kolonialisasi ke planet Mars. Dalam ekspedisi tersebut, para kolonis menemukan dua teknologi alien berupa virus Bacillus yang mengubah mereka menjadi ras vampir Methuselah serta nanin mesin Crusnik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerang berkelanjutan di Bumi akhirnya memicu peristiwa Armageddon yang menghancurkan sebagian besar peradaban, sebelum para kolonis memutuskan kembali ke Bumi untuk membangun kembali kehidupan. Di tengah konflik tersebut, karakter utama bernama Abel Nightroad yang merupakan seorang Crusnik berpihak kepada Vatikan untuk melindungi umat manusia dari ancaman serangan kaum vampir.
Adaptasi Manga dan Anime Trinity Blood
Kepopuleran novel ringan ini mendorong terciptanya berbagai adaptasi media lain, termasuk serial manga serta anime televisi sebanyak 24 episode yang diproduksi oleh studio Gonzo. Setelah wafatnya sang penulis Sunao Yoshida pada tahun 2004, proses penyelesaian manga diteruskan oleh rekan dekatnya Kentaro Yasui dengan ilustrasi yang dikerjakan oleh Kiyo Kyujo.
Versi anime dari seri ini ditayangkan melalui jaringan satelit Wowow di Jepang pada tanggal 28 April hingga 6 Oktober 2005 dan mendapat sambutan yang positif dari para penonton. Selain itu, Funimation selaku pemegang lisensi di Amerika Utara turut menayangkan sulih suara berbahasa Inggris di berbagai saluran televisi populer seperti Adult Swim.
Penerimaan pasar terhadap waralaba ini terbukti cukup gemilang, di mana volume pertama dari versi manga berhasil menduduki peringkat ke-30 dalam daftar penjualan novel grafis terlaris pada November 2006. Keberhasilan komersial tersebut juga turut mendongkrak pencapaian finansial perusahaan distribusi berkat tingginya minat penggemar terhadap adaptasi cerita aksi dan intrik politik ini.
"Serial ini menawarkan daya tarik visual yang memukau serta adegan aksi cepat yang sangat kreatif bagi para penikmat genre fantasi," ujar kritikus dari Anime News Network terkait kualitas produksi animasinya.