Sebagaimana diwartakan oleh media Sabah, insiden tenggelamnya kapal katamaran yang mengangkut 279 orang di perairan Girne, Republik Turk陷入, Cyprus Utara (KKTC), menyisakan kisah pilu dan dugaan kelalaian fatal. Berdasarkan laporan, kapal tersebut tenggelam hanya berjarak 2,5 kilometer dari garis pantai.
Mengutip keterangan dari salah satu korban selamat, detik-detik menegangkan terjadi ketika air mulai masuk ke lambung kapal secara tiba-tiba di tengah hantaman gelombang. Panik melanda para penumpang yang segera berteriak meminta pertolongan, namun situasi justru semakin memburuk akibat dugaan tindakan tidak bertanggung jawab dari pihak kru.
Korban selamat tersebut mengungkapkan bahwa awak kapal sempat menenangkan situasi dengan dalih semuanya terkendali. Namun, saat para penumpang berhamburan menuju pintu darurat, mereka mendapati akses keluar telah ditutup dan dikunci dari luar, membuat ratusan orang terjebak dalam kepanikan luar biasa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain persoalan pintu yang terkunci, para korban juga melaporkan kelangkaan alat keselamatan seperti jaket pelampung serta ketidakmampuan menjangkau perahu penyelamat yang sudah diturunkan ke laut. Situasi semakin mencekam ketika permukaan air laut dipenuhi tumpahan mazot dan ketakutan akan daya sedot kapal yang tenggelam.
Upaya pencarian dan penyelamatan saat ini masih terus digencarkan oleh otoritas setempat melibatkan helikopter, tim Sahil Güvenlik, serta kapal-kapal sipil. Sementara itu, Kementerian Kesehatan KKTC telah menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan guna menangani para korban luka yang terus berdatangan ke rumah sakit.
Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, beberapa warga dan korban selamat bahkan harus memecahkan kaca kapal secara mandiri demi menyelamatkan penumpang lain yang terjebak di dalam kabin. Penyelidikan mendalam kini tengah dilakukan untuk mengusut tuntas penyebab pasti serta dugaan pelanggaran prosedur keselamatan dalam tragedi tersebut.