Sebagaimana diwartakan oleh media internasional, babak baru kasus dugaan percobaan pembunuhan terhadap aktivis Nadia Beller yang melibatkan penasihat politik Fernando Cerimedo kembali mencuri perhatian publik setelah tim hukum menyerahkan bukti radiografi krusial.
Mengutip laporan yang disiarkan oleh TN, dokumen medis dari klinik tempat korban dirawat menunjukkan bahwa Beller mengalami luka tembak parah, termasuk patah tulang pada lengan kanan akibat hantaman proyektil serta serpihan logam yang bersarang di area dada.
Berdasarkan keterangan pengacara Jerjes Justiniano, hasil rontgen tersebut memperkuat dugaan adanya serangan berencana yang dilakukan oleh pihak tertentu terhadap kliennya beberapa waktu lalu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLaporan medis resmi juga mencatat bahwa korban masuk ke instalasi gawat darurat dalam kondisi mengalami multiple trauma akibat tembakan senjata api, dengan luka utama di bagian bahu, lengan, leher, hingga dada.
Selain mengungkap tingkat keparahan luka fisik, pemeriksaan medis turut mengonfirmasi bahwa korban tengah berada dalam kondisi hamil muda saat insiden penyerangan tersebut terjadi di Bolivia.
Tim medis langsung melakukan tindakan operasi darurat untuk menangani patah tulang lengan yang dialami korban sebelum akhirnya memindahkannya ke ruang intensif guna pemantauan lanjutan.
Di sisi lain, proses penyidikan oleh pihak berwenang terus bergulir dengan mendalami sejumlah barang bukti digital berupa percakapan telepon yang disita dari pihak-pihak terkait.
Dalam transkrip percakapan yang masuk dalam berkas penyidikan, terdapat pesan mencurigakan yang mengarah pada indikasi perencanaan tindakan berbahaya terhadap korban, kendati keaslian pesan tersebut masih harus melalui uji forensik mendalam.
Sementara itu, komunikasi lain antara Beller dan Cerimedo juga memperlihatkan adanya ketegangan emosional tinggi terkait ancaman publikasi informasi tertentu yang dikhawatirkan dapat menghancurkan karier sang penasihat politik.
Hingga saat ini, aparat penegak hukum masih terus mengumpulkan keterangan serta menganalisis seluruh bukti fisik dan digital guna menyingkap tabir kebenaran di balik insiden penembakan yang mengancam nyawa tersebut.