Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Fenomena Tolyamory, Saat Hubungan...
BERITA

Fenomena Tolyamory, Saat Hubungan Non-Monogami Picu Perdebatan

By Tomi Ali 2 min read 2 September 2026
Fenomena tolyamory picu perdebatan hangat di kalangan pakar hubungan

Fenomena tolyamory picu perdebatan hangat di kalangan pakar hubungan

Istilah tolyamory yang merupakan gabungan kata tolerate dan poliamori kini ramai menjadi perbincangan publik setelah pertama kali dicetuskan oleh kolumnis nasihat seks Dan Savage dalam siniarnya Savage Lovecast.

Fenomena hubungan asmara tersebut menggambarkan situasi ketika salah satu atau kedua pasangan dalam hubungan yang tampak monogami memilih menutup mata terhadap aktivitas seksual luar nikah pasangannya tanpa adanya persetujuan yang antusias.

Banyak pihak melontarkan kritik tajam terhadap kemunculan istilah ini karena dikhawatirkan dapat menyamakan praktik poliamori etis dengan tindakan perselingkuhan tradisional yang merugikan salah satu pihak.

Poliamori yang sah dan etis pada dasarnya melibatkan konsensus penuh, komunikasi terbuka, serta penghargaan terhadap batas antarpasangan, sementara tolyamory justru sering kali diwarnai ketidakjelasan dan keterpaksaan.

Pandangan Generasi Muda dan Pakar Terkait Tolyamory

Sejumlah pengguna internet melalui platform Reddit menyatakan pandangan serupa bahwa konsep tersebut tidak lebih dari bentuk perselingkuhan yang ditoleransi demi mempertahankan keutuhan hubungan yang ada.

Survei global yang dilakukan oleh situs kencan Ashley Madison bersama YouGov pada 2024 mencatat bahwa sebanyak 59 persen responden berusia 18 hingga 29 tahun di 10 negara mengaku terbuka terhadap bentuk hubungan non-monogami.

Meskipun kalangan muda mulai menunjukkan keterbukaan terhadap hubungan alternatif, data Italian Observatory on Infidelity 2025 yang dipromosikan oleh aplikasi Gleeden menunjukkan bahwa 60 persen warga Italia tetap mencari hubungan stabil dan eksklusif.

Psikolog Hal Shorey melalui Psychology Today menjelaskan bahwa akar dari permasalahan semacam ini sering kali bersumber dari kurangnya komunikasi dan keberanian pasangan untuk melakukan pembicaraan jujur mengenai status hubungan mereka.

Kurangnya transparansi dalam menegaskan komitmen awal dapat memicu ketidakseimbangan emosional, ketergantungan finansial, hingga rasa terpaksa bagi individu yang sebenarnya mendambakan hubungan monogami.

Pakar menegaskan bahwa keterbukaan sejak awal kencan tetap menjadi kunci utama untuk membedakan hubungan yang sehat secara emosional dari dinamika hubungan tidak jelas yang berpotensi menimbulkan luka batin.

Topics
tolyamory poliamori hubungan asmara perselingkuhan psikologi keluarga gaya hidup survei
Jurnalis Teknologi & Gaya Hidup

Tomi Ali adalah jurnalis yang menggabungkan ketertarikannya pada teknologi dan gaya hidup. Ia mengulas perkembangan teknologi terbaru, inovasi digital, serta tren gaya hidup modern dengan gaya penulisan yang segar dan mudah diakses oleh pembaca awam maupun profesional.