Pendidikan Kader Tingkat Madya Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Sumatera Utara Tahun 2026 memasuki hari kedua dengan menghadirkan agenda penting berupa Sesi Kerohanian dan Kepemimpinan yang mengangkat tema khusus mengenai spiritualitas serta regenerasi kepemimpinan.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari Topmetro News, kegiatan yang berlangsung di Gedung Aula BPSDM Provinsi Sumatera Utara tersebut dipandu oleh Gabriel Henry Willy Choandy yang dipercaya untuk bertindak sebagai moderator dalam sesi dialog penting tersebut.
Dialog interaktif itu menghadirkan empat tokoh terkemuka dari kalangan gereja dan akademisi, yakni Bishop Antoni Manurung selaku Bishop Gereja Methodist Indonesia Wilayah 1 Medan, Ketua STT Paulus Medan Pdt. Adolfina E. Koamesakh, Pendeta Gereja HKI Medan Kota Pdt. Boy Levi Panjaitan, serta Ketua STT Ekumene Medan Pdt. Allen Pangaribuan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam pandangannya sebagai moderator, Gabriel menegaskan bahwa esensi kepemimpinan tidak sekadar terletak pada kekuasaan atau posisi di depan, melainkan komitmen nyata untuk melayani dan memberi keteladanan.
"Kepemimpinan bukan sekadar tentang berada di depan. Kepemimpinan adalah kesediaan untuk melayani, memikul tanggung jawab, menjaga integritas, memberi teladan, dan mempersiapkan generasi berikutnya," ujar Gabriel sebagaimana diwartakan oleh Topmetro News.
Gabriel sendiri memiliki latar belakang profesional yang kuat di bidang pengawasan sektor publik dan akuntansi pemerintahan, di mana ia tercatat sebagai aparatur sipil negara aktif pada Inspektorat Provinsi Sumatera Utara.
Selain aktif menjalankan tugas kedinasan, ia juga mendedikasikan waktunya dalam berbagai organisasi kepemudaan dan pelayanan gerejawi, termasuk mengemban amanah sebagai Sekretaris Bidang Kerohanian DPD GAMKI Sumatera Utara Masa Bakti 2025 sampai 2028.
Melalui pelaksanaan kegiatan kaderisasi ini, GAMKI Sumatera Utara diharapkan mampu melahirkan tunas-tunas muda yang transformatif, inovatif, serta siap membawa nilai integritas tinggi ke tengah masyarakat maupun ruang publik.