Langkah mengejutkan diambil oleh Nanik S. Deyang yang secara resmi menyatakan pengunduran dirinya dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Pengumuman tersebut disampaikannya secara terbuka melalui akun Facebook pribadinya pada Rabu, dengan mengklaim harus berfokus menjalani perawatan medis penyakit jantung di luar negeri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, mundurnya Nanik langsung direspons cepat oleh pemerintah dengan pelantikan Sudaryono oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Kendati demikian, alasan kesehatan yang dikemukakan Nanik justru memicu gelombang keraguan dari berbagai kalangan pakar dan pengamat politik.
Keraguan ini mencuat lantaran pengunduran diri tersebut berlangsung bertepatan dengan pengusutan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Kejaksaan Agung. Kasus megakorupsi itu sebelumnya telah menjerat sejumlah mantan pejabat tinggi BGN, termasuk Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.
Menurut pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel, dirinya berharap alasan sakit tersebut murni masalah medis dan bukan bentuk berpura-pura sakit atau malingering. "Nanik S. Deyang itu betul-betul sakit? Semoga lekas pulih dan bukan malingering, ya. Maaf kata, anggapan khalayak bahwa Nanik sekedar malingering alias pura-pura sakit guna menghindari proses hukum, sebaiknya tak usah terlalu dipusingkan," ujar Reza.
Reza menambahkan bahwa apabila praktik malingering sengaja dilakukan untuk menghindari pemeriksaan penegak hukum, hal itu berisiko dikategorikan sebagai tindakan perintangan penyidikan atau obstruction of justice. Ia memperingatkan bahwa narasi ketidakkooperatifan dapat memperburuk citra publik di tengah upaya pengusutan skandal besar ini.
Dari pantauan redaksi, kritikan juga datang dari politisi PDIP Guntur serta Direktur Utama CELIOS Bhima Yudhistira. Bhima menilai alasan sakit sulit diterima akal sehat mengingat Nanik masih aktif menjabat sebagai Komisaris Pertamina, yang juga menuntut fisik serta tanggung jawab besar.
Spekulasi publik semakin memanas seiring munculnya wacana penunjukan Nanik sebagai Dewan Pengawas BGN oleh Presiden Prabowo Subianto. Perkembangan ini menempatkan mundurnya Nanik di bawah pengawasan ketat masyarakat yang mendesak transparansi penegakan hukum dalam kasus korupsi MBG.