Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang dekat San José del Palmar di Chocó, Kolombia, menewaskan sedikitnya 132 orang dan memicu kerusakan parah di berbagai kota besar seperti Cali, Manizales, serta Pereira.
Berdasarkan laporan United States Geological Survey, gempa tersebut terjadi akibat patahan geser pada kedalaman sekitar 110 kilometer. Ribuan rumah dilaporkan ambruk atau mengalami kerusakan berat dalam bencana yang memicu operasi pencarian dan penyelamatan secara besar-besaran.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePengamatan Kabayan News menunjukkan bahwa bencana alam ini terjadi hanya berselang sekitar sebulan setelah gempa dahsyat di Venezuela yang merusak puluhan ribu bangunan. Kendati demikian, para ahli menyebut masih terlalu dini untuk memastikan keterkaitan langsung antara aktivitas seismik di kedua wilayah tersebut.
Di sisi lain, riset struktural eksperimental sebelumnya telah menguji ketahanan struktur beton bertulang yang mengadopsi praktik konstruksi umum di Kolombia. Pengujian laboratorium memperlihatkan bahwa banyak bangunan di wilayah tersebut menggunakan dinding beton tipis berketebalan antara 7 hingga 10 sentimeter serta hanya mengandalkan satu lapis kawat baja las.
"Ketika gempa mengguncang bangunan, situasi ideal adalah terbentuknya banyak retakan kecil di dasar dinding bertulang baja untuk mendistribusikan tekanan," demikian penjelasan hasil riset struktur bangunan yang menyoroti bahaya dinding tipis rentan runtuh.