Percepatan transisi energi bersih di tanah air menjadi fokus utama dalam ajang Indonesia Hydropower Summit 2026 yang mempertemukan para pemimpin nasional, regulator, akademisi, serta investor untuk memperkuat kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga air.
Berdasarkan analisis pengamatan redaksi Kabayan News, acara yang diinisiasi oleh Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia bersama ikatan alumni Institut Teknologi Bandung ini mendapat dukungan penuh dari PT PLN dan lembaga pengelola investasi Danantara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKetua METI Norman Ginting menyatakan bahwa energi air memiliki keunggulan andal serta bersih dalam mendukung stabilitas jaringan listrik sekaligus menjadi mitra ideal bagi pengembangan tenaga surya dan angin di tengah komitmen net zero emission 2060.
Sementara itu, Direktur Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar mengungkapkan bahwa 76 persen tambahan kapasitas pembangkit hingga 2034 akan bersumber dari energi terbarukan, termasuk tenaga air sebesar 11,7 gigawatt.
Hingga pertengahan 2026, PLN tercatat telah mengeksekusi proyek tenaga air sekitar 10,6 gigawatt atau mencapai 66 persen dari target yang ditetapkan melalui berbagai tahap konstruksi maupun operasi komersial.
Langkah strategis tersebut turut diperkuat lewat inisiatif GIGA One Hydro guna mempercepat pembangunan proyek tenaga air berkapasitas total sekitar 7 gigawatt yang tersebar di wilayah Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Dari sisi infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum menekankan pentingnya pengelolaan air terpadu di mana bendungan dan waduk berfungsi ganda sebagai pengendali banjir sekaligus fondasi pembangkit listrik ramah lingkungan.
Kementerian Pendidikan Tinggi turut menggarisbawahi urgensi riset nasional guna melahirkan inovasi teknologi energi bersih serta mencetak sumber daya manusia berkualitas untuk mendukung ketahanan energi nasional.