Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 menjadi salah satu fenomena astronomi paling dinantikan tahun ini, namun masyarakat Indonesia dipastikan tidak bisa menyaksikannya secara langsung.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan bahwa jalur lintasan utama gerhana tersebut sama sekali tidak melewati wilayah Nusantara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain faktor jalur lintasan, waktu kejadian puncak gerhana juga berlangsung ketika sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada dalam fase malam hari.
Berdasarkan data waktu universal, rangkaian fenomena langit ini dimulai pada sore hingga dini hari waktu Indonesia sehingga langit tanah air tetap gelap normal.
Cara Nonton Gerhana Matahari Total Bagi Warga Indonesia
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa fenomena luar biasa ini hanya bisa dinikmati secara langsung di kawasan Eropa, Rusia utara, Afrika barat laut, serta Amerika Utara.
Bagi masyarakat tanah air yang tetap penasaran dan ingin menyaksikan momen langka tersebut, opsi terbaik adalah memantaunya melalui platform penyiaran digital.
"Untuk masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan peristiwa Gerhana Matahari Total dapat mengikutinya melalui kanal resmi NASA," ujar Ayu dalam keterangan resmi.
Dengan memanfaatkan siaran langsung lembaga antariksa internasional tersebut, pencinta astronomi di tanah air tetap dapat menikmati detik-detik fase puncak gerhana secara aman dari rumah.