Sebagaimana diwartakan oleh RRI Denpasar, sebuah gudang penyimpanan barang rongsokan yang terletak di Jalan Nakula, Gang Jatayu, Banjar Mergaya, Desa Pemecutan Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, dilalap si jago merah hingga malam hari.
Berdasarkan laporan media, kobaran api sulit dikendalikan serta terus berpindah-pindah akibat tiupan angin yang cukup kencang dikombinasikan dengan banyaknya tumpukan material yang mudah terbakar di dalam area gudang.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, menjelaskan bahwa proses pemadaman menghadapi kendala serius karena posisi api berada di bagian bawah tumpukan material yang sangat tinggi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip keterangan resmi pihak berwenang, petugas pemadam kebakaran terpaksa mengerahkan sekitar 20 unit kendaraan pemadam dari wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung untuk menjinakkan amukan api.
I Made Tirana mengungkapkan bahwa pihaknya membutuhkan alat berat berupa ekskavator guna membongkar tumpukan rongsokan agar titik api yang berada di bawah dapat dijangkau secara maksimal.
"Karena api sudah di bawah, kami membutuhkan ekskavator. Angin cukup kencang dan area cukup luas, sehingga di tempat lain kembali apinya," ujar I Made Tirana.
Sementara itu, Kepala Staf Kodim 1611/Badung, Letkol Inf Kadek Muliarsa, menyatakan bahwa jajaran TNI dari Kodam IX/Udayana turut turun tangan membantu pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan darurat.
Kadek Muliarsa menambahkan bahwa pihaknya mengerahkan sekitar 50 personel gabungan ke lokasi kejadian serta menerjunkan empat unit mobil pemadam untuk mendukung upaya pemadaman dan evakuasi warga sekitar.
"Kami membantu pemerintah daerah bagaimana caranya mempercepat untuk memadamkan api ini. Untuk saat ini, personel kami sudah tergelar kurang lebih 50 orang," kata Kadek Muliarsa.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari unsur pemadam kebakaran, TNI, dan instansi terkait masih terus berupaya memadamkan sisa titik api secara menyeluruh.