Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG di lingkungan sekolah kini menjadi sorotan positif setelah berjalan secara konsisten selama satu tahun penuh. Sebagaimana diwartakan, program pemenuhan gizi ini dinilai berlangsung sangat tertib, lancar, serta terstruktur dengan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh elemen warga sekolah.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, Kepala SMP Negeri 2 Kuta Utara, Ida Bagus Nyoman Segarayoga, mengungkapkan bahwa pihak sekolah langsung mengambil langkah taktis sejak hari pertama program digulirkan. Sekolah membentuk Satgas Kecil MBG yang melibatkan tim kesiswaan, guru piket, wali kelas, hingga para pendamping siswa guna memastikan distribusi makanan berjalan optimal.
"Secara umum pelaksanaan program MBG di SMP Negeri 2 Kuta Utara sudah berjalan satu tahun, tergolong tertib, lancar, dan terstruktur," ujar Ida Bagus Nyoman Segarayoga sebagaimana dikutip dari laporan media.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut, koordinasi yang terjalin antara pihak sekolah, komite, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG selaku pihak penyuplai juga terpantau sangat solid melalui komunikasi harian yang intensif. Di sisi lain, respons dari para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, bahkan tradisi makan bersama di dalam kelas kini menjelma menjadi kegiatan baru yang memperkuat kebersamaan sekaligus memangkas kesenjangan sosial di antara peserta didik.
Kendati demikian, pihak sekolah tetap melakukan evaluasi mendalam, terutama terkait tingkat penerimaan siswa terhadap variasi menu makanan yang terkadang menemui tantangan tersendiri. Mengutip laporan media, sekolah secara proaktif terus memberikan edukasi pentingnya asupan nutrisi sehat bagi remaja usia 12 hingga 15 tahun demi mendukung tumbuh kembang optimal.
"Harapan kita, yang pertama menjaga kesehatan dan gizinya, kemudian program ini bisa dilaksanakan secara kontinu, sehingga anak-anak tidak terputus," tambah Ida Bagus Nyoman Segarayoga mengenai keberlanjutan program.
Menutup evaluasi tahun pertama ini, pihak sekolah berharap agar pelaksanaan MBG dapat terus dipertahankan kualitasnya serta ditingkatkan variasinya agar para siswa tidak merasa jenuh. Keberlangsungan program yang berkesinambungan dinilai krusial untuk menjamin asupan gizi anak bangsa tetap terpenuhi secara konsisten di masa mendatang.