Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Harga Saham Lucid Merosot Usai...
BERITA

Harga Saham Lucid Merosot Usai Lonjakan Minyak dan Suku Bunga AS

By Redaksi Kabayan News 2 min read 21 Agustus 2026
Harga saham Lucid merosot akibat lonjakan harga minyak Brent dan imbal hasil obligasi AS

Harga saham Lucid merosot akibat lonjakan harga minyak Brent dan imbal hasil obligasi AS

Harga saham Lucid melorot 4,8 persen pada sesi perdagangan siang akibat tekanan lonjakan harga minyak mentah dunia serta kenaikan suku bunga acuan. Saham produsen mobil listrik mewah berkode LCID ini akhirnya ditutup melemah 4,6 persen di level USD 5,63 per lembar.

Kebijakan ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran mendorong harga minyak mentah jenis Brent naik hingga USD 93,55 per barel. Pada saat bersamaan, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun melampaui angka 4,7 persen setelah rilis notulensi rapat hawkish FOMC.

Lonjakan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun menjadi tolok ukur utama bunga kredit kendaraan bermotor di pasar Amerika Serikat. Bunga pinjaman tinggi ini secara otomatis memberatkan konsumen retail untuk membeli kendaraan baru di tengah inflasi energi.

Tekanan makroekonomi tersebut memaksa para produsen otomotif memangkas marjin keuntungan demi menjaga daya serap pasar. Tanpa ada penurunan harga minyak atau suku bunga acuan, biaya kepemilikan mobil baru diprediksi terus menahan minat pembeli.

Kinerja Saham Lucid Tekanan Sepanjang Tahun 2026

Saham Lucid mencatatkan penurunan akumulatif sebesar 49,1 persen sejak awal tahun 2026. Angka perdagangan terkini senilai USD 5,67 mencerminkan kejatuhan sebesar 77,1 persen dari rekor tertinggi 52 minggu sebesar USD 24,77 pada Oktober 2025.

Pembelian saham Lucid senilai USD 1.000 pada lima tahun lalu kini nilainya tersisa USD 26,17. Pergerakan ekuitas perusahaan tercatat sangat volatil dengan rekam jejak 65 kali pergeseran harga melebihi 5 persen dalam setahun terakhir.

Pergerakan signifikan sebelumnya terjadi saat harga saham Lucid naik tipis 0,2 persen akibat rilis data tenaga kerja AS bulan Juli. Laporan tersebut mencatat kehilangan 23.000 pekerjaan dengan tingkat pengangguran stabil di level 4,1 persen.

Data tenaga kerja melemah tersebut sempat memicu spekulasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve. Namun, lonjakan imbal hasil obligasi terbaru kembali memupuskan harapan pelonggaran moneter cepat bagi industri otomotif.

Topics
lucid saham lcid mobil listrik minyak brent suku bunga as bursa saham
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.