Sebagaimana diwartakan oleh laporan media, tren kendaraan elektrifikasi di Indonesia mencatatkan lonjakan signifikan. Berdasarkan data dari Associação Brasileira do Veículo Elétrico atau ABVE, penjualan kendaraan ringan berteknologi listrik menembus angka 271.091 unit sepanjang Januari hingga Juli 2026, yang menunjukkan peningkatan sebesar 21 persen dibandingkan total penjualan sepanjang tahun sebelumnya.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, permintaan terhadap produk perlindungan kendaraan turut terdongkrak. Mengutip data internal dari industri asuransi, volume penawaran atau kuotasi asuransi untuk kendaraan elektrifikasi mengalami kenaikan tajam hingga sekitar 90 persen dalam setahun terakhir, mencerminkan tingginya antusiasme sekaligus adaptasi pasar terhadap tren mobilitas ramah lingkungan.
Meski demikian, banyak pemilik kendaraan mengira bahwa premi asuransi mobil listrik jauh lebih mahal dibandingkan mobil konvensional berbahan bakar bensin. Menurut penjelasan para pelaku industri, besaran premi pada dasarnya dihitung berdasarkan nilai kendaraan yang setara, di mana mobil listrik seharga seratus juta rupiah memiliki kisaran biaya perlindungan yang relatif mirip dengan mobil bermesin konvensional pada rentang harga serupa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendati demikian, teknologi canggih yang disematkan pada kendaraan listrik menuntut perusahaan asuransi untuk melakukan evaluasi risiko yang lebih mendalam. Komponen krusial seperti baterai bertegangan tinggi serta ketersediaan suku cadang khusus memerlukan penanganan teknis yang spesifik, termasuk fasilitas derek khusus dengan platform rata agar kendaraan tidak mengalami kerusakan saat proses evakuasi.
Sebelum memutuskan untuk menandatangani kontrak perlindungan, calon pemilik disarankan untuk melakukan riset menyeluruh dan membandingkan berbagai penawaran. Berdasarkan panduan dari para ahli, memahami cakupan layanan bengkel rekanan, fasilitas darurat di jalan raya, hingga total biaya kepemilikan menjadi langkah krusial agar perlindungan kendaraan benar-benar optimal dan terhindar dari pengeluaran tak terduga.