Barcelona berhasil keluar sebagai juara UEFA Super Cup 2015 setelah mengalahkan Sevilla dengan skor 5-4 pada laga yang berlangsung di Boris Paichadze Dinamo Arena, Tbilisi, Georgia, 11 Agustus 2015. Kemenangan dramatis di babak extra time ini sekaligus mencatatkan rekor gol terbanyak dalam sejarah final Super Cup.
Laga yang dipimpin wasit asal Skotlandia William Collum ini menyajikan pertunjukan gol dari menit awal. Sevilla unggul lebih dulu lewat tendangan bebas Ever Banega pada menit ketiga, namun Barcelona berbalik unggul 3-1 di babak pertama melalui dua gol Lionel Messi dan satu gol Rafinha.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBabak kedua menjadi panggung comeback Sevilla. Gol Luis Suarez memperbesar keunggulan Barca menjadi 4-1 sebelum Jose Antonio Reyes, Kevin Gameiro dari titik penalti, dan Yevhen Konoplyanka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu.
Di menit ke-115 babak extra time, Pedro yang baru masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol kemenangan bagi Barcelona memanfaatkan bola muntah dari tendangan bebas Messi. Gol kelima Blaugrana ini sekaligus mengakhiri perlawanan sengit Sevilla yang tampil luar biasa sepanjang laga.
Rekor Gol dan Debut Venue Georgia di UEFA Super Cup 2015
Kemenangan ini menjadi gelar kelima Barcelona di ajang UEFA Super Cup sekaligus menyamai rekor Milan. Bagi Lionel Messi yang dinobatkan sebagai Man of the Match, ini menjadi momen spesial karena ia mencetak dua gol dan turut berperan dalam kemenangan timnya.
Final UEFA Super Cup 2015 mencatatkan sejarah sebagai laga dengan jumlah gol terbanyak sepanjang penyelenggaraan turnamen. Sembilan gol yang tercipta antara Barcelona dan Sevilla menjadi rekor baru yang tak terpecahkan hingga saat ini di partai final Super Cup.
Pertandingan ini juga menjadi edisi pertama UEFA Super Cup yang digelar di Georgia setelah sebelumnya venue ditetapkan di Stadion Mikheil Meskhi. Namun akhirnya dipindahkan ke Boris Paichadze Dinamo Arena yang merupakan markas tim nasional Georgia dan FC Dinamo Tbilisi.
Barcelona tampil tanpa beberapa pemain kunci namun tetap mampu mengandalkan ketajaman lini depan. Luis Suarez mencetak satu gol, Rafinha menyumbang satu, sementara Pedro menjadi pahlawan kemenangan di menit akhir babak extra time melalui gol yang memanfaatkan bola muntah.