Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Indeks Demokrasi Sulawesi Utara 2025...
BERITA

Indeks Demokrasi Sulawesi Utara 2025 Anjlok, Masih Di Bawah Nasional

By Septy Nusaira Gehntari 2 min read 1 September 2026
Indeks Demokrasi Sulawesi Utara 2025 turun drastis dan berada di bawah standar nasional

Indeks Demokrasi Sulawesi Utara 2025 turun drastis dan berada di bawah standar nasional

Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2025 tercatat mengalami penurunan yang cukup tajam menjadi 73,03. Sebagaimana diwartakan, angka tersebut merosot jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2024 sebelumnya yang sempat menyentuh angka 81,87.

Berdasarkan laporan media setempat, data penurunan tersebut dipaparkan oleh Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Sulawesi Utara, Sirly C. Worotikan, dalam kegiatan Sosialisasi Indeks Demokrasi Indonesia Sosial di Manado.

"IDI adalah indikator komposit yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia," ujar Sirly menjelaskan definisi serta esensi dari pengukuran indeks tersebut dalam paparannya, Senin.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa berdasarkan tren kurun waktu 2021 hingga 2025, nilai IDI Sulawesi Utara sempat berada di angka 80,41 pada 2021, lalu turun ke 78,22 pada 2022, dan 76,27 pada 2023. Meski sempat mengalami kenaikan pada 2024, indeks kembali merosot pada 2025 dan posisinya masih berada di bawah angka rata-rata nasional yang tercatat sebesar 78,19 meskipun sama-sama berada dalam kategori sedang.

Mengutip penjelasan narasumber, penurunan yang terjadi pada tahun 2025 meliputi seluruh aspek IDI di daerah tersebut, mulai dari aspek kebebasan, kesetaraan, hingga kapasitas lembaga demokrasi yang diukur melalui pendekatan kuantitatif penelaahan dokumen serta pendekatan kualitatif Focus Group Discussion.

Topics
indeks demokrasi indonesia idi sulawesi utara bps sulut demokrasi sulut sirly worotikan pemerintahan
Jurnalis & Analis

Septy Nusaira Gehntari adalah jurnalis yang memiliki ketajaman analisis dalam berbagai isu. Ia dikenal dengan pendekatan humanis dalam menulis dan kemampuannya menyajikan berita kompleks menjadi mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan.