Tim nasional Inggris tampil menggila dengan unggul telak 4-0 atas Prancis pada babak pertama perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Berdasarkan laporan pertandingan, laga sengit ini berlangsung di Miami Stadium, Florida, Amerika Serikat, pada Minggu (19/7/2026) dini hari WIB.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dari pantauan redaksi, pertandingan ini sepenuhnya menjadi panggung dominasi Inggris sejak menit-menit awal. Gol-gol kemenangan The Three Lions di paruh pertama masing-masing dicetak oleh Declan Rice, Ezri Konsa, dan Bukayo Saka, yang membuat anak asuh Thomas Tuchel unggul jauh sebelum turun minum.
Dalam laga ini, Inggris turun dengan formasi ofensif menempatkan Ivan Toney sebagai ujung tombak. Pergerakannya disokong oleh barisan lini serang kreatif yang diisi oleh Marcus Rashford, Eberechi Eze, Morgan Rogers, dan Bukayo Saka. Di kubu seberang, Prancis mengandalkan Kylian Mbappe sebagai penyerang utama dengan dukungan Désiré Doué, Rayan Cherki, dan Michael Olise.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa performa Inggris yang begitu disiplin dan efektif menjadi cerminan nyata dari pendekatan taktik Thomas Tuchel. Gaya bermain ini sebelumnya sempat menuai kritik tajam karena dinilai terlalu mengedepankan disiplin ketat ala sepak bola Jerman.
Menurut penilaian dari football enthusiast, Gigih, pendekatan tersebut memang sempat dianggap kurang mencerminkan karakter sepak bola Inggris yang tradisional. Namun, fleksibilitas strategi yang diterapkan oleh Thomas Tuchel justru terbukti menjadi salah satu kunci utama keberhasilan The Three Lions melangkah jauh di turnamen bergengsi ini.
"Pendekatan Thomas Tuchel memang sering dikritik karena dianggap terlalu Jerman dan tidak cukup mencerminkan sepak bola Inggris tradisional," ujar Gigih dalam Podcast Super Taktik Tribunnews. Ia menambahkan bahwa disiplin taktis yang diterapkan berhasil membawa Inggris ke semifinal dan fleksibilitas taktiknya menjadi kunci menghadapi tekanan besar di turnamen ini.
Jalannya pertandingan langsung berpihak kepada Inggris yang membuka keunggulan saat laga baru berjalan tiga menit. Declan Rice sukses memotong umpan buruk yang dilepaskan oleh Doue, kemudian melaju bebas ke area pertahanan Prancis sebelum melepaskan tembakan berani dari luar kotak penalti yang bersarang mulus di gawang Mike Maignan.
Prancis berupaya keras untuk merespons ketertinggalan tersebut, tetapi Inggris justru tampil semakin agresif dalam membangun serangan. Berdasarkan dinamika laga, skuad Inggris berhasil menggandakan keunggulan mereka pada menit ke-18 melalui situasi bola mati.
Berawal dari eksekusi sepak pojok yang dikirimkan oleh Declan Rice, Ezri Konsa yang berdiri bebas di tiang jauh sukses menyambut bola dengan sempurna. Alhasil, papan skor langsung berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan dominan Inggris atas skuad Les Bleus.
Prancis sempat mendapatkan peluang emas untuk memperkecil kedudukan melalui aksi Kylian Mbappe pada menit ke-28, tetapi tembakan kaki kirinya berhasil ditepis Dean Henderson. Kiper Inggris itu kembali tampil sigap menggagalkan peluang Kylian Mbappe pada menit ke-35, sebelum akhirnya Inggris menambah penderitaan Prancis lewat gol Bukayo Saka setelah memanfaatkan serangan cepat pada menit ke-37.