Proses rekayasa mikroba berbasis model genom yang dikembangkan oleh World Institute of Kimchi berhasil mengubah limbah pertanian menjadi bioplastik biodegradable bernilai tinggi. Berdasarkan data riset terbaru, industri kimchi di Korea Selatan memproses sekitar 132.000 metrik ton lobak setiap tahun dan menghasilkan ribuan ton limbah padat.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Jung Eun Yang memanfaatkan hidrolisat lobak sebagai bahan baku tunggal bagi bakteri Escherichia coli rekayasa. Pendekatan integratif ini menggabungkan analisis transkriptomik dengan model metabolik berskala genom demi memaksimalkan produksi biopolimer poly(3-hydroxybutyrate) atau P(3HB).
Penggunaan limbah lobak terbukti mampu menghasilkan akumulasi P(3HB) yang jauh lebih tinggi dibandingkan medium glukosa konvensional. Melalui identifikasi target gen knockout menggunakan model iML1515 GEM, galur bakteri rekayasa mencatatkan peningkatan produksi bioplastik hingga 78 persen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam uji fermentasi skala lanjut, metode tersebut sukses menghasilkan konsentrasi P(3HB) akhir mencapai 5,75 gram per liter dengan polimer menyumbang 75,60 persen dari total berat kering sel. Keberhasilan ini membuka peluang besar bagi pengembangan biorefineri agro sirkular dan manufaktur berbasis bio di masa depan.