Penerbangan Malta Air Flight 1879 yang dioperasikan oleh Ryanair mengalami insiden mengerikan ketika sebuah bilah kipas mesin sebelah kanan patah dan merusak badan pesawat pada ketinggian 16.000 kaki. Insiden yang terjadi pada 10 Juli tersebut melibatkan pesawat Boeing 737-800 yang membawa 149 penumpang dan 6 kru dari Yunani menuju Memmingen, Jerman.
Goncangan hebat dan kabin yang dipenuhi kabut asap membuat masker oksigen otomatis terjatuh, sebelum akhirnya kru menemukan seorang penumpang berusia 61 tahun di kursi 11F yang sebagian tubuhnya tertarik keluar melalui jendela yang pecah. Penumpang lain segera bertindak cepat menarik korban kembali ke dalam kabin sementara pesawat melakukan pendaratan darurat kembali ke Thessaloniki dengan selamat.
Berdasarkan laporan awal National Transportation Safety Board (NTSB), kru sempat menerima peringatan getaran dari mesin kanan dan mengurangi daya mesin sebelum terdengar suara dentuman keras yang memutus autopilot serta memicu peringatan tekanan kabin. Pemeriksaan lanjutan terhadap bilah yang patah menunjukkan sekitar 37 persen permukaan patahan memperlihatkan fitur yang konsisten dengan kelelahan logam atau metal fatigue.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain temuan kelelahan material, penyelidik juga menemukan sisa-sisa bulu dan burung di dalam komponen mesin yang kemudian dikirim ke laboratorium untuk dianalisis lebih mendalam. Penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan apakah benturan burung di masa lalu berkontribusi pada kegagalan mesin fatal yang sangat jarang terjadi dalam penerbangan komersial global ini.
Pelajaran Penting Keselamatan Penerbangan Komersial
Pengamat penerbangan menilai insiden dramatis ini menjadi pengingat penting bagi para pelancong agar selalu mematuhi instruksi keselamatan kru kabin selama penerbangan berlangsung. Sabuk pengaman sebaiknya tetap dikenakan meskipun lampu indikator tanda sabuk pengaman telah dimatikan oleh awak kokpit demi menghindari risiko tak terduga.
Sistem keselamatan modern yang dirancang pada armada komersial saat ini terbukti mampu merespons keadaan darurat secara cepat, termasuk protokol pengalihan rute darurat dan tindakan sigap awak pesawat. Walaupun kegagalan mesin dengan tingkat keparahan tinggi seperti ini tetap tergolong sangat langka, kewaspadaan penumpang tetap menjadi kunci utama.
Pihak National Transportation Safety Board (NTSB) masih melanjutkan investigasi komprehensif guna merumuskan akar penyebab pasti dari kerusakan struktural mesin pesawat tersebut. Maskapai dan otoritas penerbangan terus memantau hasil analisis laboratorium untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Para ahli menyimpulkan bahwa kesehatan mesin pesawat tidak bisa dinilai hanya dari pengamatan visual luar karena kerusakan mikro dapat terakumulasi tanpa disadari. Pemeriksaan laboratorium secara mendetail menjadi satu-satunya cara untuk mendeteksi potensi keretakan struktural akibat tekanan berulang selama penerbangan berjam-jam.