Federal Aviation Administration menyelidiki insiden ban pecah yang dialami dua pesawat komersial di Bandara Internasional O Hare Chicago pada Senin dalam rentang waktu beberapa jam.
Penerbangan American Airlines Flight 386 melaporkan dua ban pecah setelah mendarat dengan selamat di O Hare sekitar pukul 14.00 waktu setempat, membawa penumpang dari Bandara LaGuardia New York dengan menggunakan armada Boeing 737-800.
American Airlines menyatakan pesawat tersebut mengalami masalah ban dan tim darurat langsung bersiaga di lokasi sebagai langkah antisipasi sebelum para penumpang dievakuasi menggunakan bus menuju terminal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeHanya berselang sekitar tiga jam kemudian, insiden serupa kembali terjadi ketika kru United Airlines Flight 739 melaporkan ban pecah usai mendarat dengan selamat di O Hare sekitar pukul 15.15 sore.
Rentetan Masalah Ban Pesawat di Chicago
Pesawat jenis Airbus A320 yang membawa 121 penumpang serta 5 kru penerbangan tersebut sebelumnya terbang dari Omaha, Nebraska, dan seluruh penumpang dilaporkan selamat tanpa ada korban luka.
Pihak Federal Aviation Administration menegaskan investigasi menyeluruh sedang dilakukan menyusul rentetan insiden terkait ban yang terjadi pada penerbangan komersial di wilayah Chicago selama musim liburan musim panas 2026 yang mencatatkan lebih dari 3.080 jadwal penerbangan pada hari-hari puncak.
Rentetan insiden ban pecah ini menambah daftar panjang masalah teknis penerbangan yang melibatkan sejumlah maskapai di bandara-bandara Chicago dalam beberapa pekan terakhir.
Pekan sebelumnya, sebuah pesawat United Airlines lainnya juga dilaporkan mengalami ban pecah dan terpaksa membatalkan proses lepas landas di Bandara O Hare.
Selain itu, Southwest Airlines Flight 1243 juga sempat mengalami ban pecah usai mendarat di Bandara Internasional Midway Chicago pada 3 Agustus 2026 setelah terbang dari Southwest Florida International Airport.
Peningkatan frekuensi penerbangan di Bandara O Hare pada musim panas 2026 meningkat sebesar 14.9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, mendorong otoritas penerbangan untuk memberlakukan pembatasan operasional.
Federal Aviation Administration terus mengumpulkan data awal dari berbagai insiden tersebut guna memastikan standar keselamatan penerbangan komersial tetap terjaga secara ketat di tengah lonjakan mobilitas penumpang.