Insiden powerbank di kabin pesawat yang melibatkan maskapai China Eastern Airlines baru-baru ini kembali membunyikan alarm bahaya terkait potensi ancaman perangkat berbaterai lithium-ion di udara.
Berdasarkan laporan yang beredar, peristiwa tersebut terjadi ketika sebuah powerbank yang diletakkan di kompartemen bagasi kabin tiba-tiba mengeluarkan kepulan asap pekat sesaat setelah pesawat mendarat pada 24 Juli 2026 lalu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeRekaman kejadian yang viral di platform media sosial RedNote ini langsung memicu perhatian publik internasional, mengingatkan kembali pada rentetan insiden serupa yang kian menghantui industri penerbangan komersial.
Mengutip analisis dari awak media serta pengamat keselamatan penerbangan, akar permasalahan utama dari fenomena ini terletak pada karakteristik kimia baterai lithium-ion yang rentan mengalami thermal runaway atau reaksi berantai akibat panas berlebih maupun korsleting internal.
Reaksi ekstrem tersebut sanggup mendongkrak suhu perangkat dalam hitungan detik hingga memicu percikan api dan ledakan kecil, sehingga regulator penerbangan global terus memperketat aturan pembawaan perangkat elektronik demi mencegah risiko fatal di dalam kabin.