Lebih dari sebulan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela, upaya penyelamatan kini telah bergeser menjadi pencarian jenazah korban hilang. Otoritas setempat mengonfirmasi lebih dari 5.000 orang meninggal dunia, sementara ribuan lainnya masih belum ditemukan di tengah puing-puing bangunan yang hancur.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →"Mereka telah menarik keluar begitu banyak jenazah, dan dengan setiap korban yang ditemukan, kami turut berkabung seolah-olah itu adalah keluarga kami sendiri," ujar Laura Barrios, seorang warga yang mencari kerabatnya di wilayah pesisir La Guaira, kepada BBC.
Laporan terbaru dari World Bank memperkirakan kerusakan fisik akibat gempa tersebut mencapai hampir 20 miliar dolar. Angka ini diperkirakan bisa membengkak hingga 50 miliar dolar jika rekonstruksi mencakup perbaikan standar bangunan dan pembersihan puing-puing secara menyeluruh.
Pemerintahan Interim di bawah kepemimpinan Delcy Rodriguez berupaya mengamankan pendanaan darurat dari berbagai lembaga internasional, termasuk pinjaman dari IMF serta bantuan dari Uni Eropa. Kendati demikian, pendanaan untuk rencana respons kemanusiaan PBB masih menghadapi kekurangan yang signifikan.
Di sisi lain, peran Amerika Serikat dan kelanjutan sanksi ekonomi turut menjadi sorotan dalam menghambat aliran bantuan dan dana pemulihan. Sejumlah pihak mendesak agar sanksi tersebut dicabut demi mendukung pemulihan kemanusiaan yang komprehensif bagi masyarakat Venezuela.