Jaringan Solana hampir mencapai titik nadir kelumpuhan sistem transaksi setelah sebuah kesalahan rute jaringan dari salah satu penyedia hosting memutus akses secara masif. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, insiden tersebut langsung memicu perhatian serius dari para pelaku industri kripto global akibat ancaman nyata terhadap stabilitas blockchain tersebut.
Menurut laporan Marinade Finance, gangguan teknis bersumber dari penyedia hosting Teraswitch yang mengirimkan rute default keliru dari pusat datanya di Miami ke wilayah Eropa serta Asia-Pacific. Sebagaimana dijelaskan dalam analisis perusahaan, kesalahan transmisi tersebut membuat router tepi mengabaikan jalur asli dan memutus koneksi penting di dua belas kota besar.
Mengutip laporan teknis terkait, sebanyak 28,83 persen SOL yang di-stake sempat mengalami status delinquent akibat terputusnya komunikasi data secara mendadak. Mengingat batas kritis penghentian finalitas jaringan berada pada angka 33,34 persen, situasi tersebut membuat Solana berada dalam posisi sangat rentan karena telah menempuh 86 persen menuju ambang batas kelumpuhan total.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDari analisis Kabayan News, insiden ini menyoroti kerentanan mendalam terkait sentralisasi validator pada segelintir penyedia layanan infrastruktur tunggal. Protokol staking Marinade mencatat bahwa wilayah otonom tertentu memegang porsi kepemilikan sangat besar, sehingga gangguan kecil pada satu titik dapat melumpuhkan sebagian besar kekuatan jaringan secara bersamaan.
Meskipun pemulihan layanan berhasil dilakukan dalam kurun waktu relatif singkat setelah teknisi menemukan letak permasalahan, total kerugian imbal hasil staking mencapai 333 SOL yang nantinya akan ditutup melalui obligasi validator. Evaluasi menyeluruh kini mendesak dilakukan agar ekosistem Solana terhindar dari potensi bencana serupa di masa depan.