Amerika Serikat menyatakan dukungannya secara penuh kepada Jepang setelah Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan kontroversial ke Kepulauan Kuril. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, langkah Moskow tersebut memicu ketegangan diplomatik baru di kawasan Indo-Pacific sekaligus mempererat hubungan strategis antara Tokyo dan Kyiv.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Jepang George Glass menegaskan bahwa Washington mengakui kedaulatan Tokyo atas wilayah Teritori Utara yang dikunjungi Putin pada Kamis, 13 Agustus 2026. Sebagaimana dilaporkan dari pernyataan resminya pada Jumat, 14 Agustus 2026, pihak Amerika Serikat menentang keras segala tindakan yang berpotensi merusak perdamaian dan stabilitas regional.
Kunjungan Putin ke Kepulauan Kuril tersebut menandai perjalanan pertamanya ke wilayah sengketa tersebut selama 26 tahun masa kepemimpinannya. Mengutip laporan dari Kyiv Post, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bereaksi keras dengan memanggil Duta Besar Rusia untuk melayangkan protes diplomatik resmi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerdana Menteri Sanae Takaichi menegaskan bahwa wilayah Teritori Utara merupakan bagian tak terpisahkan dari kedaulatan Jepang baik secara historis maupun hukum internasional. Sementara itu, pihak Kedutaan Besar Rusia menolak mentah-mentah keberatan tersebut dengan menyatakan bahwa kepulauan tersebut adalah bagian sah dari Federasi Rusia.
Di sisi lain, Ukraina turut mengecam kunjungan tersebut dan menyamakan tindakan Moskow dengan taktik pendudukan yang diterapkan dalam perang terhadap Ukraina. Berdasarkan analisis Kabayan News, situasi ini semakin memperkuat solidaritas diplomatik antara Ukraina dan Jepang dalam menghadapi tekanan geopolitik global yang kian memanas.