Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) Garibaldi Thohir atau yang akrab disapa Boy Thohir menegaskan pentingnya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan China, tidak hanya terbatas pada sektor perdagangan, melainkan juga melalui pembangunan sumber daya manusia.
Sebagaimana diwartakan, komitmen tersebut diwujudkan melalui pengiriman talenta muda Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi di Tianjin University, China, dengan fokus pada bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).
Menurut Boy Thohir, langkah strategis ini diambil guna mencetak generasi muda Tanah Air yang kompeten dan memahami peta kemajuan teknologi global, khususnya berkaca pada pesatnya pembangunan ekonomi Negeri Tirai Bambu dalam beberapa dekade terakhir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Kadin Komite Tiongkok tentunya mempunyai visi bagaimana kami bisa menjadi jembatan antara dunia usaha di Indonesia dan juga dunia usaha yang berada di Tiongkok," ujar Boy Thohir dalam acara Pelepasan Penerima Beasiswa Dharma Bumiputra di Jakarta.
Ia menambahkan, dalam perkembangannya peran komite tidak ingin berhenti sekadar pada urusan bisnis dan perdagangan semata, melainkan merambah ke sektor esensial seperti peningkatan kualitas pendidikan anak bangsa.
Dalam program kolaborasi bersama Yayasan Warga Bumiputra Indonesia (YWBI) ini, sebanyak tiga putra-putri terbaik bangsa diberangkatkan untuk mendalami ilmu pengetahuan berbasis teknologi tinggi di salah satu universitas terkemuka di China tersebut.
Melalui kesempatan emas ini, Boy berpesan agar para penerima beasiswa dapat menyerap ilmu seluas-luasnya serta mempelajari rahasia di balik lompatan kemajuan ekonomi dan teknologi China yang masif selama tiga puluh tahun ke belakang.
"Kami berharap adik-adik semua bisa mengemban ilmu sebaik-baiknya, mempelajari bagaimana negara Tiongkok itu bisa maju dalam waktu 30 tahun terakhir," tutur Boy Thohir menutup keterangannya sebagaimana dikutip dari laporan media.