Karakter Fairy Godmother dalam film Shrek 2 karya DreamWorks Animation ternyata menyimpan sejarah kreatif yang cukup panjang sebelum akhirnya tampil memukau sebagai antagonis utama. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, pengembangan karakter ikonik ini berakar dari draf awal film pertama yang menampilkan sosok penyihir bernama Dama Fortuna.
Dalam rancangan awal cerita Shrek tahun 2001, Dama Fortuna disiapkan sebagai figur penyihir yang memberikan ramuan pengubah kutukan kepada Princess Fiona. Namun, ide tersebut terpaksa dibuang karena penonton uji coba menilai adegan masa lalu tersebut terlalu suram untuk sebuah film animasi keluarga.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan produksi film, studio memutuskan menghidupkan kembali konsep penyihir itu untuk sekuelnya dengan mengubahnya menjadi sosok ibu peri yang manipulatif dan ambisius. Penulis skenario Ted Elliott merumuskan ulang karakter tersebut agar menghadirkan parodi segar terhadap kisah-kisah dongeng klasik tradisional.
Peran pengisi suara kemudian jatuh kepada komedian asal Inggris, Jennifer Saunders, setelah Steven Spielberg menemukan rekaman audisi lamanya yang gagal untuk film The Little Mermaid. Dari analisis Kabayan News, pemilihan Saunders memberikan warna tersendiri karena karakternya digambarkan memadukan keanggunan seorang pebisnis dengan sifat licik yang khas.
Selama proses produksi, Saunders hanya membutuhkan waktu empat hari untuk merekam seluruh dialognya secara terpisah di studio. "Pekerjaan ini menjadi salah satu pengalaman paling menyenangkan di dunia," ujar sang aktris mengenai keterlibatannya dalam mengisi suara karakter antagonis yang memenangkan penghargaan People's Choice Award tersebut.