Keikhlasan merupakan fondasi utama dalam setiap amal seorang muslim. Amal yang dilakukan dengan niat tulus semata-mata karena Allah Swt. tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menghadirkan ketenangan hati dan keberkahan dalam kehidupan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Hal tersebut disampaikan Ustaz Drs. Rahmana Abdurahman, M.Fil.I. dalam program Hikmah Subuh RRI Pro 4 Banjarmasin, Selasa, 21 Juli 2026. Program tersebut mengangkat tema "Buah Ikhlas".
Menurutnya, ukuran diterima atau tidaknya suatu amal bukan terletak pada besarnya perbuatan. Keikhlasan niat menjadi faktor utama yang menentukan nilai amal di sisi Allah Swt.
"Ikhlas adalah pondasi diterimanya amal, ketika seseorang beribadah hanya karena Allah, ia tidak lagi mengejar pujian atau penghargaan dari manusia. Yang dicari hanyalah ridha Allah Swt.," ujarnya.
Ustaz Rahmana menjelaskan bahwa orang yang ikhlas akan memiliki hati yang lebih tenang. Pujian tidak membuatnya sombong, sedangkan celaan tidak menjadikannya putus asa.
Menurutnya, kebahagiaan orang yang ikhlas tidak bergantung pada penilaian manusia. Mereka lebih berfokus pada upaya meraih keridaan Allah Swt dalam setiap amal yang dilakukan.
Ia juga menegaskan bahwa keikhlasan menjadi benteng dari berbagai penyakit hati, seperti riya, ujub, dan takabur. Sikap tersebut akan membentuk pribadi yang rendah hati karena menyadari bahwa segala keberhasilan merupakan karunia Allah Swt.
Selain itu, amal yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi bekal yang bernilai abadi. Bahkan, amal yang tampak kecil dapat memiliki nilai besar di sisi Allah Swt apabila dilakukan dengan hati yang tulus.
Ustaz Rahmana mengajak umat Islam menjadikan keikhlasan sebagai bekal menghadapi berbagai ujian kehidupan. Dengan hati yang ikhlas, setiap cobaan dapat dipandang sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt sekaligus meningkatkan kesabaran dan rasa syukur.
"Jangan pernah lelah memperbaiki niat. Karena amal yang paling dicintai Allah bukan hanya yang besar, tetapi yang dilakukan dengan hati yang ikhlas dan mengharap ridha-Nya," ujarnya.