Sebagaimana diberitakan oleh media Espos.id, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Klaten baru-baru ini melaksanakan penanaman padi varietas unggul Rojolele-104 di Desa Gempol, Kecamatan Karanganom, Klaten.
Berdasarkan laporan media, penanaman varietas hasil riset petani peneliti ini dilakukan untuk memperkaya khasanah varietas padi unggulan setelah sebelumnya Pemkab Klaten bersama BATAN sukses mematenkan varietas Srinar dan Srinuk.
Mengutip keterangan Ketua Jatam MPM Muhammadiyah Klaten, Nusanto Herlambang, varietas Rojolele-104 dipilih karena memiliki karakteristik deskripsi yang sangat menyerupai tetua atau induk aslinya yang terkenal berkualitas tinggi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Kami analisis bahwa ini memiliki deskripsi yang menyerupai induknya dan ini selalu saya kembangkan sebagai khasanah pemberdayaan varietas unggulan. Makanya saya kembangkan," ujar Nusanto sebagaimana dikutip dari laporan Espos.id.
Lebih lanjut, Nusanto menjelaskan bahwa varietas ini saat ini sedang dalam proses legalisasi serta memasuki tahap uji multilokasi yang diinisiasi oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM sebelum nantinya didaftarkan untuk dipatenkan.
"Proses uji ini diinisiasi oleh Pak Dekan Fakultas Pertanian UGM. Alhamdulillah banyak mitra yang tertarik dengan varietas ini. Jadi, harapannya nanti kami mau melaksanakan sebuah konsep yang terintegrasi dengan para petani anggota Jatam untuk mengembangkan," jelas Nusanto lebih lanjut.
Dari sisi keunggulan agronomi, padi Rojolele-104 memiliki malai yang panjang dengan bulir yang melimpah serta masa panen yang jauh lebih cepat jika dikelola menggunakan sistem budi daya organik secara bertahap.
"Iya, kalau organik justru lebih maju. Karena ini nanti akan berpengaruh secara tekstur beras dan kualitas rasa," tambah Nusanto mengenai keunggulan tekstur pulen dan aroma khas yang dihasilkan oleh varietas unggulan tersebut.