Kesenangan penonton musik di Pekalongan mendadak berubah menjadi ketegangan. Penyelenggaraan Dianaria Festival di Kabupaten Pekalongan pada Sabtu (15/8/2026) malam dilaporkan berakhir ricuh akibat aksi desak-desakan dari sejumlah oknum penonton.
Kericuhan tersebut diduga bermula dari banyaknya penonton yang tidak memiliki tiket namun tetap nekat memaksakan diri masuk ke dalam area konser. Akibatnya, situasi di lokasi menjadi tidak terkendali dan memicu kerusuhan massal.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari media lokal, insiden ini turut berdampak pada para pengisi acara. Salah satu yang menjadi korban material adalah band indie asal Klaten, The Jeblogs, yang mobil operasionalnya mengalami kerusakan cukup parah pada bagian kaca dan bodi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Aman [personel dan kru The Jeblogs tidak terluka akibat kejadian]. Kebetulan kami habis selesai pentas banget. Jadi masih rehat di carnavile, baru beres-beres alat mau dimasukkan ke mobil. Disuruh stay dulu di carnavile sama roadman kami," ungkap drummer The Jeblogs, Dani Ardhian, sebagaimana dikutip dari laporan Espos.
Dani menjelaskan bahwa kapasitas venue saat itu sudah penuh dan pihak penyelenggara tidak menyediakan tiket on the spot di tempat acara. Pembatasan akses tersebut justru memicu kemarahan massa di luar pagar yang berujung pada aksi lempar benda.
"Beberapa mobil talent juga rusak pada bagian kaca dan bodi. Yang paling parah mungkin mobil operasional The Jeblogs," tambahnya menerangkan situasi tegang malam itu.
Kendati mengalami musibah dan kerugian pada kendaraan operasionalnya, The Jeblogs menunjukkan profesionalisme tinggi. Band tersebut tetap melanjutkan perjalanan jadwal panggung berikutnya di Kalipepe Land, Boyolali, menggunakan mobil yang sama tanpa sempat memperbaikinya terlebih dahulu.