Kecamatan Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, kini tengah disorot sebagai salah satu kawasan strategis yang digadang-gadang bakal menjadi sentra bawang putih andalan demi menopang percepatan swasembada nasional.
Potensi tersebut mengemuka dalam kegiatan penanaman dan panen bawang putih serentak yang dihadiri oleh Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol. Latif Usman bersama kelompok tani lokal di Dusun Pancot Lor, Kalisoro, Tawangmangu.
Menurut laporan media, Jawa Tengah sendiri memiliki kontribusi masif dengan menyokong sekitar 63 persen dari total kebutuhan bawang putih nasional, di mana Tawangmangu memegang peran krusial sebagai wilayah penghasil konsumsi sekaligus sumber utama penyedia bibit unggul.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeWakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol. Latif Usman menyatakan bahwa pihak kepolisian siap memberikan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan ini demi mendongkrak produktivitas petani lokal.
"Beberapa daerah mengambil bibit dari Tawangmangu ini. Oleh sebab itu, ini menjadi suatu kebanggaan kita. Mudah-mudahan Jawa Tengah menjadi penyokong pertama komoditas bawang putih di Indonesia," ujar Latif sebagaimana diwartakan dalam laporan.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Taruna Tani Maju Kalisoro, Bejo Supriyanto, membeberkan bahwa kawasan tersebut mengandalkan varietas lokal unggulan bernama Tawangmangu Baru yang terkenal memiliki ukuran umbi besar dan aroma khas.
Varietas andalan tersebut terbukti mampu menghasilkan panen yang melimpah jika dibandingkan dengan varietas dari daerah lain di Indonesia.
"Kalau petani daerah lain paling 10 ton cabut basah per hektare, kalau Tawangmangu bisa 15 ton per hektare cabut basah," jelas Bejo saat memaparkan keunggulan hasil tani wilayahnya.
Di sisi lain, kondisi cuaca kemarau panjang saat ini justru mendatangkan keuntungan tersendiri bagi para petani karena tanaman bawang putih sangat membutuhkan kondisi tanah yang kering dan panas untuk tumbuh secara optimal.