Mau Jadi Apa merupakan film komedi Indonesia yang dirilis pada 30 November 2017 dan menjadi penanda debut Soleh Solihun sebagai seorang sutradara film layar lebar. Dalam proyek produksi garapan Kharisma Starvision dan Millennia Pictures ini, Soleh juga turut memegang peran sebagai pemeran utama.
Cerita dalam film ini diangkat langsung dari pengalaman pribadi Soleh Solihun saat menjalani masa-masa kuliah di Universitas Padjadjaran pada tahun 1997. Menghadapi suasana kampus yang gersang dan jauh dari pusat kota membuat dirinya sempat mempertanyakan pilihan hidupnya selama menempuh pendidikan tinggi.
Kebingungan tersebut memicu Soleh bersama rekan-rekan kuliahnya untuk mendirikan sebuah majalah kampus alternatif bernama Karung Goni. Majalah tersebut menyajikan berbagai rubrik ringan mulai dari musik, film, olahraga, hingga gosip seputar kehidupan para mahasiswa di lingkungan kampus.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNamun, perjalanan membangun majalah alternatif tidak berjalan mulus karena mereka harus menghadapi cibiran dari kelompok majalah kampus lain yang lebih dulu mendominasi. Di saat bersamaan, Soleh juga harus berjuang merebut hati seorang mahasiswi cantik bernama Ros.
Perjuangan Merintis Majalah Kampus Alternatif
Dinamika kehidupan kampus semakin berwarna dengan kehadiran karakter-karakter unik di sekeliling Soleh seperti Lukman, Marsyel, Eko, Fey, dan Syarif. Keragaman kepribadian dari para sahabat ini memberikan warna tersendiri dalam setiap usaha mereka mempertahankan eksistensi majalah Karung Goni.
Persaingan ketat dengan kelompok Fakta Jatinangor pimpinan Pandji menjadi tantangan tersendiri bagi geng Soleh dalam membuktikan kualitas karya jurnalistik mereka. Berbagai intrik khas kehidupan mahasiswa disajikan secara apik melalui balutan komedi yang menghibur penonton.
Di sisi lain, perjuangan percintaan Soleh dalam mendekati Ros menghadirkan bumbu romansa remaja era akhir 90-an yang penuh nostalgia. Perjalanan emosional ini merangkum berbagai pergulatan batin anak muda dalam mencari jati diri di tengah keterbatasan.
Film berdurasi 103 menit ini berhasil menyampaikan pesan inspiratif bahwa setiap orang memiliki jalan masing-masing dalam menjawab keraguan masa depan. Mau Jadi Apa tetap menjadi salah satu tontonan komedi lokal yang sarat akan nilai kehidupan.