Kehadiran Chromebook pertama kali di pasaran pada pertengahan tahun 2011 sempat disambut dengan penuh keraguan oleh para pengamat teknologi. Perangkat laptop yang ditenagai oleh sistem operasi berbasis web buatan Google ini dipandang sebelah mata lantaran dianggap tidak memiliki fungsionalitas sekompleks komputer Windows pada masa itu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Namun seiring berjalannya waktu, strategi harga yang ramah di kantong serta kemudahan penggunaan berhasil mengubah stigma negatif tersebut. Berbagai ulasan positif mulai berdatangan setelah produsen seperti Acer dan Samsung merilis perangkat dengan banderol harga yang jauh lebih terjangkau bagi masyarakat luas.
Di sektor pendidikan, lini perangkat ini justru mencatatkan pencapaian yang sangat gemilang dan sukses mendominasi ruang-ruang kelas di berbagai belahan dunia. Instansi pendidikan dan sekolah-sekolah di banyak negara memilih perangkat ini karena biaya perawatan yang murah serta kemudahan pengelolaan sistem keamanannya.
"Kombinasi antara kemudahan penggunaan dan efisiensi biaya menjadikan perangkat ini pilihan utama bagi institusi pendidikan," ungkap salah satu pengamat industri teknologi menanggapi kesuksesan penetrasi pasar komputer jinjing tersebut.
Kini, setelah bertahun-tahun menjadi pemain penting di industri komputer, ekosistem perangkat ini terus berkembang dengan dukungan aplikasi Android, Linux, serta jaminan pembaruan perangkat lunak jangka panjang langsung dari Google bagi para penggunanya.