Patrick Clanton, aktor yang pernah tampil dalam produksi Broadway Moulin Rouge, melontarkan kritik pedas kepada Boy George. Dalam unggahan Instagram, Clanton mengaku malu harus satu panggung dengan penyanyi Culture Club tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Awalnya Clanton mengaku kerap membela penampilan Boy George di atas panggung. Namun setelah mengetahui lagu kontroversial "We Will Dance Again" yang dibuat menggunakan AI, ia memilih buka suara. "Dia performer yang buruk dan aku malu satu panggung dengannya. Boy, Bye!" tulis Clanton.
Clanton juga menyindir dengan mengutip lirik musikal Sondheim, "Nice is different than good." Ia mengaku sebelumnya selalu menjawab diplomatis dengan mengatakan Boy George orangnya baik, tapi kini ia tak lagi mau menutupi kualitas aktingnya.
Boy George memang menjadi sorotan setelah merilis lagu "We Will Dance Again" yang dianggap membela aksi militer Israel di Gaza. Liriknya berbunyi "You say genocide, I say war" dan menyebut seniman pro-Palestina sebagai "domba". Ia bahkan mengakui lagu itu dibuat dengan bantuan AI.
Sikap Boy George kian kontroversial setelah berbagai lembaga internasional menyimpulkan Israel telah melakukan genosida di Gaza. PBB dan Amnesty International menyatakan serangan terhadap anak-anak masih berlangsung, sementara Israel membantah dan menyebut temuan itu sebagai fitnah.
Di tengah tekanan publik, Boy George juga baru saja mewakili San Marino di ajang Eurovision Song Contest pada Mei lalu namun gagal lolos ke babak final. Kini kritik dari mantan rekan panggungnya menambah daftar panjang polemik yang menyelimuti nama besar musisi era 80-an itu.
Hingga berita ini diturunkan, Boy George belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Clanton. Namun unggahan Clanton telah menyebar luas di media sosial dan memicu perdebatan hangat antara pendukung dan pengkritik sang musisi.