Seorang wanita bernama Roza Gilles yang mengaku sebagai penyintas dari aksi kekerasan seksual miliarder Jeffrey Epstein, untuk pertama kalinya angkat bicara ke publik. Ia membagikan pengalaman traumatis saat dirinya masih di bawah umur dan menjadi korban kejahatan seksual Epstein.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam wawancaranya bersama CNN, Roza menceritakan masa terkelam dalam hidupnya ketika sedang berjuang merintis karier sebagai model. Saat itu, ia direkrut oleh Epstein untuk bekerja sebagai sekretaris pribadi. Namun, salah satu tugas yang dipaksakan kepadanya justru diminta memijat kaki Epstein.
Roza menceritakan peristiwa mengerikan saat memijat kaki sang pengusaha, di mana ia dipaksa melepaskan pakaian bagian atasnya. Pada momen tersebut, Epstein mulai melakukan pelecehan seksual dan tindakan tak senonoh. "Saat itu saya tidak menyadari apa yang sedang terjadi sampai melihat gelang pemantau di pergelangan kakinya," ujar Roza merujuk pada masa status tahanan luar Epstein.
Akibat tekanan mental yang luar biasa dan rasa putus asa karena tidak percaya kepada pemerintah untuk menindaknya, Roza nekat mencoba menularkan penyakit menular seksual pada dirinya sendiri di New York. Ia berharap penyakit tersebut bisa menghentikan aksi bejat Epstein, bahkan jika harus mengorbankan nyawanya sendiri.
Roza memutuskan membagikan kisah kelamnya ini dengan harapan dapat memberikan keberanian bagi para korban kekerasan seksual lainnya yang mengalami nasib serupa agar berani bersuara. Sementara itu, Jeffrey Epstein sendiri tewas bunuh diri di dalam sel penjara pada 2019 lalu saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur.