Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Kisah Sjafruddin Prawiranegara,...
BERITA

Kisah Sjafruddin Prawiranegara, Penyelamat Republik dari Balik Gerilya

By Bambang Prasetyo • 2 min read • 7 Agustus 2026
Potret historis Sjafruddin Prawiranegara tokoh nasional dan ekonom Indonesia

Potret historis Sjafruddin Prawiranegara tokoh nasional dan ekonom Indonesia

Sjafruddin Prawiranegara tercatat sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia berkat perannya menyelamatkan kedaulatan negara melalui Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Lahir di Banten pada tanggal 28 Februari 1911, ia memiliki darah campuran Minangkabau dan Sunda Banten. Semasa muda, ia menempuh pendidikan hukum di Rechtshoogeschool di Jakarta dan berhasil meraih gelar Meester in de Rechten pada tahun 1939. Sebelum aktif dalam dunia politik praktis, ia sempat bekerja sebagai redaktur surat kabar serta memimpin perkumpulan radio.

Perjalanan karier politik Sjafruddin semakin bersinar ketika ia bergabung dengan partai Masyumi dan dipercaya menduduki kursi penting di kabinet. Sebagai Menteri Keuangan, ia memegang peran krusial dalam pencetakan serta pendistribusian Oeang Republik Indonesia (ORI) untuk memperkuat perekonomian negara yang baru merdeka. Kebijakan moneter paling ikonik dicetuskannya melalui Gunting Syafruddin guna memotong pasokan uang beredar. Keahlian ekonominya mengantarkannya menjadi Gubernur Bank Indonesia pertama pada masa Demokrasi Liberal.

Tantangan terbesar dalam hidupnya terjadi tatkala Agresi Militer Belanda II melumpuhkan pusat pemerintahan di Yogyakarta pada tahun 1948. Berbekal mandat dari Wakil Presiden Mohammad Hatta, ia membentuk PDRI di Bukittinggi dan memimpin pemerintahan secara gerilya selama tujuh bulan. Langkah taktis ini berhasil menjaga eksistensi Republik Indonesia di mata dunia internasional sehingga memaksa pihak kolonial kembali duduk di meja perundingan. Setelah mandat dikembalikan kepada Sukarno, ia sempat menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri.

Memasuki akhir era Demokrasi Liberal, perbedaan pandangan ekonomi serta penolakannya terhadap kebijakan nasionalisasi membuat hubungannya dengan Presiden Sukarno merenggang. Akibat dinamika politik tersebut, ia sempat terlibat dalam Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) pada tahun 1958. Setelah menyerahkan diri pada tahun 1961 dan menjalani masa tahanan, ia dibebaskan oleh pemerintahan Suharto pada tahun 1966 dan memilih fokus pada kegiatan keagamaan serta kritik sosial terhadap pemerintah.

Masa tua Sjafruddin diisi dengan kiprah dakwah serta pemikiran kritis, termasuk penolakannya terhadap penggunaan Pancasila sebagai alat politik tunggal oleh rezim Orde Baru. Ia tutup usia pada tanggal 15 Februari 1989 di usia 77 tahun meninggalkan warisan pemikiran ekonomi dan kenegaraan yang mendalam. Sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar bagi ibu pertiwi, pemerintah menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 2011.

Topics
sjafruddin prawiranegara pdri bank indonesia menteri keuangan masyumi pahlawan nasional sejarah indonesia
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.