Kreator konten TikTok Sydney Towle berpulang di usia 26 tahun setelah berjuang melawan penyakit kanker saluran empedu langka bernama cholangiocarcinoma selama tiga tahun terakhir.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, kisah hidup Towle sukses menarik perhatian lebih dari satu juta pengikut setia yang rutin memantau unggahan kemoterapi hingga momen kepindahannya ke fasilitas perawatan paliatif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Saya mengecek TikTok seratus kali sehari hanya untuk melihat kondisinya, sungguh menyenangkan melihat senyummu," tulis salah satu pengikut dalam kolom komentar unggahan terakhirnya.
Mengutip laporan dari berbagai sumber, fenomena berbagi perjalanan medis secara terbuka di platform digital kini semakin jamak dilakukan untuk mencari dukungan moral sekaligus membangun komunitas.
Pihak Cholangiocarcinoma Foundation menyatakan bahwa keberanian Towle mampu meningkatkan kesadaran publik terhadap jenis kanker langka yang jarang menyerang usia muda.
Kendati demikian, perjalanan digital tersebut tidak lepas dari terpaan kontroversi akibat keraguan sebagian warganet terhadap keaslian informasi medis yang dibagikannya.
"Ketika figur publik mendapat kritik, sering kali karena klaim mereka dinilai tidak sejalan dengan realitas oleh kelompok tertentu," ungkap Alice Marwick selaku peneliti dari Data & Society.
Menanggapi berbagai tudingan miring tersebut, Towle sempat memberikan klarifikasi langsung dalam beberapa kesempatan sebelum akhirnya keluarga mengonfirmasi kepergiannya secara resmi.