Waterworld merupakan film aksi post-apocalyptic tahun 1995 yang sempat menggemparkan industri Hollywood. Disutradarai Kevin Reynolds dan dibintangi Kevin Costner, film ini berlatar masa depan ketika es kutub mencair dan menenggelamkan hampir seluruh daratan di Bumi.
Proses produksi film ini tercatat sebagai yang termahal pada masanya dengan anggaran membengkak hingga USD 175 juta dari proyeksi awal USD 100 juta. Lokasi syuting yang berada di tengah laut lepas lepas pantai Hawaii menjadi tantangan besar, bahkan Steven Spielberg sempat memperingatkan Kevin Costner akan risiko syuting di perairan terbuka.
Banyak kendala teknis mewarnai lokasi syuting, mulai dari cuaca buruk hingga salah satu set terapung yang sempat tenggelam. Durasi syuting yang semula direncanakan 96 hari terpaksa molor hingga lebih dari 150 hari, yang secara langsung memberikan dampak ekonomi lebih dari USD 35 juta bagi negara bagian Hawaii.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi balik layar, konflik kreatif antara Kevin Costner dan sang sutradara Kevin Reynolds memuncak hingga Reynolds memutuskan mundur sebelum film dirilis. Meski demikian, Reynolds tetap mendapatkan kredit sebagai sutradara dalam film yang menjadi kolaborasi keempat mereka ini.
Sempat Dicap Gagal Sebelum Akhirnya Profit
Saat dirilis, Waterworld menerima ulasan beragam dari para kritikus yang memuji konsep dunianya namun mengkritik pengembangan karakter. Akibat biaya produksi yang melambung tinggi, media sempat memberikan julukan negatif seperti Fishtar dan Kevin's Gate.
Secara komersial, film ini memang kesulitan menutup biaya produksinya hanya dari pendapatan box office domestik sebesar USD 88 juta. Namun, secara total global, Waterworld berhasil mengumpulkan pendapatan mencapai USD 264 juta, yang membuktikan daya tarik cerita ini cukup luas.
Investasi besar yang dikeluarkan Universal Pictures pada akhirnya membuahkan hasil melalui penjualan video serta tayangan pasca-bioskop. Waterworld perlahan berubah menjadi proyek yang menguntungkan bagi studio setelah sempat diragukan kesuksesannya.
Warisan film ini pun bertahan lama, salah satunya melalui wahana bertema WaterWorld yang dibangun di Universal Studios Hollywood, Singapura, Jepang, hingga Beijing. Hingga hari ini, Waterworld tetap diingat sebagai salah satu ambisi terbesar dalam sejarah sinema tahun 90-an.