Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Konsumsi Kentang Ubah DNA Masyarakat...
BERITA

Konsumsi Kentang Ubah DNA Masyarakat Adat Andes

By Redaksi Kabayan News 2 min read 16 Agustus 2026
Masyarakat adat Andes di Peru yang memiliki adaptasi genetik pencernaan pati dari kentang

Masyarakat adat Andes di Peru yang memiliki adaptasi genetik pencernaan pati dari kentang

Konsumsi kentang secara turun-temurun terbukti mengubah struktur DNA masyarakat adat Andes di wilayah Amerika Selatan. Tanaman umbi yang pertama kali didomestikasi sekitar 10.000 tahun lalu itu memegang peran sentral dalam pola makan harian leluhur mereka, sehingga tubuh manusia beradaptasi secara genetik untuk memproses karbohidrat dengan jauh lebih efisien.

Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications, para peneliti menganalisis kadar gen AMY1 dari 3.723 individu yang berasal dari 85 populasi global di berbagai basis data genom. Gen AMY1 bertugas memproduksi amilase saliva, yaitu enzim pencernaan yang berfungsi menguraikan pati di dalam mulut manusia.

Hasil analisis menunjukkan bahwa masyarakat adat Andes memiliki dua hingga empat salinan gen AMY1 lebih banyak dibandingkan kelompok populasi lainnya di dunia. Keunggulan genetik ini mulai muncul secara alami seiring dengan dimulainya proses domestikasi kentang pada masa lampau.

Seleksi alam memberikan keuntungan bertahan hidup serta reproduksi sekitar 1,24 persen per generasi bagi individu dengan jumlah salinan gen lebih tinggi. Proses evolusi ini terus berlanjut hingga kini, menjadikan keturunan mereka sebagai kelompok manusia dengan konsentrasi gen pencernaan pati tertinggi di dunia.

Adaptasi Genetik Manusia Jauh Melampaui Era Paleolitik

Ahli biologi evolusi dari University of Buffalo sekaligus rekan penulis studi, Omer Gokcumen, menyatakan bahwa bukti ilmiah mengenai adaptasi genetik manusia terhadap pola makan ini sangat kuat. Kendati demikian, para peneliti harus memastikan bahwa perbedaan genetik tersebut bukan disebabkan oleh dampak kolonisasi seperti wabah penyakit atau kelaparan setelah kontak dengan bangsa Eropa.

Untuk menguji berbagai kemungkinan tersebut, tim peneliti menggunakan simulasi komputer canggih, teknologi pengurutan DNA mutakhir, serta sejumlah uji statistik mendalam. Seluruh metode pengujian mengonfirmasi bahwa adaptasi genetik pada masyarakat Andes telah terjadi jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa ke wilayah tersebut.

Rekan penulis studi, Abigail Bigham, menjelaskan bahwa riset ini memunculkan pertanyaan penting mengenai cara makanan modern membentuk evolusi manusia di masa depan. Penelitian ini sekaligus mematahkan anggapan populer seperti diet paleo yang mengasumsikan tubuh manusia tidak cocok mengonsumsi makanan pasca-domestikasi.

Hasil riset membuktikan bahwa populasi manusia terus merespons serta berevolusi terhadap perubahan kondisi makanan dalam kurun waktu 10.000 tahun terakhir. Jalur metabolisme tubuh manusia terbukti bersifat dinamis dan bukan sekadar produk dari masa lalu Paleolitik.

Topics
kentang dna masyarakat andes gen amy1 evolusi manusia kesehatan sains penelitian
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.