Korban kebakaran Aspol Panularan Solo berharap pemerintah memberikan kompensasi biaya sewa rumah selama satu tahun untuk tempat tinggal sementara. Permintaan itu mendesak karena sebagian besar penghuni asrama sudah tidak berhak menempati lokasi tersebut setelah orang tua mereka purnatugas sebagai anggota Polri.
Salah seorang korban bernama Eko Agung Supriyadi menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada solusi konkret terkait tempat tinggal baru bagi para warga terdampak. Padahal, seluruh harta benda dan barang berharga milik mereka ludes tak tersisa tanpa ada yang bisa diselamatkan dari amukan si jago merah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut Eko, bantuan dana sewa rumah sangat dibutuhkan agar para korban memiliki waktu untuk memulihkan kondisi ekonomi keluarga yang porak-poranda. Ia menyebutkan bahwa dirinya harus menanggung nasib ibu, istri, serta tiga anaknya di tengah situasi darurat yang serba sulit ini.
Selain kehilangan tempat tinggal peninggalan orang tua, musibah tersebut juga menghanguskan seluruh barang dagangan kacamata milik Eko yang baru saja ia beli sepekan lalu. Sejumlah warga penghuni asrama lainnya turut mengalami kerugian besar setelah tempat usaha mereka ludes terbakar.
Harapan Korban Kebakaran Aspol Panularan Solo
Warga terdampak kebakaran di Asrama Polisi Panularan kini masih mengungsi di balai pertemuan terdekat sambil mengandalkan bantuan logistik yang terus berdatangan. Mereka berharap pihak berwenang segera merealisasikan permintaan kompensasi dana kontrak rumah demi kelangsungan hidup ke depan.
Kondisi para korban saat ini sangat memprihatinkan mengingat seluruh aset dan sarana mencari nafkah harian ikut musnah dalam insiden kebakaran hebat tersebut. Usaha warga seperti jasa laundry dan perdagangan kecil turut hancur lebur tanpa sisa di lokasi kejadian.
Para korban berupaya tegar menghadapi cobaan berat ini sembari menanti uluran tangan serta kebijakan dari instansi terkait untuk meringankan beban mereka. Pemulihan tempat tinggal dan ekonomi menjadi prioritas utama yang disuarakan oleh para korban di pengungsian.
Pemerintah daerah bersama pihak kepolisian diharapkan dapat segera memberikan jalan keluar terbaik bagi para mantan penghuni asrama yang kini kehilangan tempat berteduh. Koordinasi intensif terus diperlukan agar penanganan korban pascakebakaran dapat berjalan dengan cepat dan tepat sasaran.