Ketegangan politik di Spanyol memuncak seiring dengan krisis migran yang tak terkendali di kota otonomi Ceuta. Sebagaimana diwartakan oleh El Mundo, pemerintah pusat dituding berupaya mengalihkan perhatian publik dari kekacauan tersebut dengan menyeret peran Kepala Negara, Raja Felipe VI.
Tekanan terhadap monarki datang dari berbagai penjuru, termasuk dari mitra koalisi minorintahan pemerintahan. Enrique Santiago selaku juru bicara pengganti dari Sumar dan pemimpin IU secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap sang raja yang dinilai lamban merespons situasi.
Dalam wawancaranya, Santiago menyatakan keheranannya atas sikap istana yang belum juga menjalin komunikasi langsung dengan Raja Maroko, Mohamed VI. Menurutnya, langkah diplomatik tersebut seharusnya sudah diambil sejak hari pertama krisis pecah mengingat status kedua negara sebagai tetangga dekat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePolemik ini semakin panas setelah laporan media mengungkap adanya saran dari seorang menteri kepada Raja Felipe VI untuk menghubungi pihak Maroko. Di sisi lain, perbedaan pandangan mencuat antara kubu PSOE dan mitra koalisinya terkait cara memandang krisis yang melibatkan ribuan pendatang tersebut.
Sementara itu, desakan agar para pejabat tinggi negara turun langsung meninjau kondisi di lapangan terus berdatangan guna meredakan kecemasan warga setempat. Pemerintah pusat sendiri menyatakan tidak memberikan halangan bagi kepala negara untuk berkunjung asalkan dikoordinasikan secara matang.