Aktivitas vulkanik Gunung Etna memaksa penutupan bandara tersibuk di Sisilia akibat sebaran abu tebal yang melumpuhkan operasional penerbangan. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, letusan gunung tertinggi di Eropa tersebut memicu salah satu gangguan transportasi udara terparah dalam dua dekade terakhir.
Otoritas Bandara Vincenzo Bellini menyatakan bahwa penerbangan ditangguhkan menyusul intensitas erupsi yang melontarkan abu vulkanik hingga menutupi jalur penerbangan utama. Sebagaimana dilaporkan dari otoritas setempat, penutupan ini berdampak langsung pada ribuan penumpang yang terjebak di tengah puncak musim liburan.
Letusan tersebut menyebabkan pembatalan lebih dari sepertiga jadwal penerbangan serta pengalihan ratusan rute lainnya dalam beberapa hari terakhir. Mengutip laporan dari Al Jazeera, abu vulkanik bahkan dilaporkan terbawa angin hingga mencapai kawasan Afrika Utara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerusahaan kereta api Italia, Trenitalia, langsung mengerahkan tambahan armada untuk mengangkut penumpang yang terlantar di rute Palermo-Messina-Catania. Sementara itu, sejumlah penumpang mengaku kesulitan setelah jadwal penerbangan mereka terus mengalami pembatalan beruntun.
Dari analisis Kabayan News, insiden ini kembali memicu perdebatan mengenai faktor keselamatan dan kelayakan letak bandara utama yang berada di dekat gunung aktif berisiko tinggi. Maskapai penerbangan juga tidak diwajibkan memberikan kompensasi karena bencana alam dikategorikan sebagai keadaan luar biasa.