Pembalap Scuderia Ferrari Lewis Hamilton menepis anggapan miring mengenai kegagalannya beradaptasi dengan regulasi ground-effect Formula 1 setelah mengawali paruh pertama musim 2026 dengan performa kompetitif.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, pembalap asal Inggris tersebut menemukan kembali performa terbaiknya setelah mengemudikan mobil SF-26 di bawah regulasi teknis terbaru musim ini.
Setahun lalu, peraih tujuh gelar juara dunia tersebut sempat mengalami masa-masa sulit selama tiga musim bersama Mercedes dari 2022 hingga 2024 sebelum memutuskan hengkang ke Ferrari.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMusim debut bersama tim Kuda Jingkrak berjalan berat karena Hamilton gagal meraih satu pun podium Grand Prix dan kesulitan menjinakkan karakter mobil SF-25.
Situasi tersebut memicu spekulasi publik bahwa gaya balap Hamilton tidak cocok dengan regulasi ground-effect, berbeda dari era turbo-hybrid sebelumnya.
"Saya bisa mengendarainya sedikit lebih mirip dengan generasi mobil sebelumnya," ujar Hamilton dikutip dari laporan Motorsport Week.
"Balapan yang saya menangkan pada generasi mobil sebelumnya, saya kendarai persis sama seperti hari ini," tambahnya.
Menjelang liburan musim panas, Hamilton sudah mengantongi lima podium bersama Ferrari, termasuk kemenangan perdana di Barcelona serta memangkas selisih poin dari pemimpin klasemen Andrea Kimi Antonelli.
"Mobil hari ini sedikit lebih mudah, lebih pemaaf, dan lebih ringan," jelas Hamilton mengenai karakteristik mobil F1 2026.