Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Aliansi Teluk Cari Mitra Baru,...
INTERNASIONAL

Aliansi Teluk Cari Mitra Baru, Kepercayaan pada AS Mulai Goyah

By Dewi Lestari 2 min read 17 Agustus 2026
Pertemuan geopolitik strategis negara Teluk dan mitra pertahanan baru

Pertemuan geopolitik strategis negara Teluk dan mitra pertahanan baru

Aliansi strategis negara Teluk mengalami pergeseran signifikan setelah Arab Saudi, Turki, dan Pakistan resmi menandatangani perjanjian pertahanan bersama pada 7 Agustus 2026 guna membangun kerangka keamanan kolektif di tengah krisis regional. Berdasarkan laporan, langkah tersebut mencerminkan meningkatnya keinginan negara-negara di kawasan tersebut untuk memperoleh otonomi strategis yang lebih besar.

Berdasarkan pengamatan Kabayan News, frustrasi pribadi pejabat Teluk terhadap penanganan konflik Iran oleh pemerintahan Presiden Donald Trump telah memicu kekhawatiran mendalam mengenai keandalan perlindungan keamanan Amerika Serikat. Analisis menunjukkan bahwa ketergantungan mutlak pada satu kekuatan eksternal kini mulai ditinggalkan melalui diversifikasi kemitraan pertahanan.

Meskipun Amerika Serikat tetap mempertahankan dominasi kekuatan militer serta basis pertahanan di kawasan, ketegangan di Selat Hormuz membuat posisi ekonomi energi global rentan terhadap eskalasi konflik. Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab mencatat bahwa serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz merupakan eskalasi berbahaya bagi stabilitas navigasi maritim.

Di sisi lain, Qatar dan Oman memilih mengedepankan jalur diplomasi untuk meredakan krisis antara Washington dan Teheran meskipun menuai perbedaan sikap dengan kebijakan agresif AS. Pakta pertahanan baru antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan dinilai bukan sebagai bentuk pemutusan hubungan dengan Washington, melainkan strategi lindung nilai atau hedging demi memperluas ruang gerak diplomasi kawasan.

Topics
aliansi teluk arab saudi amerika serikat turki pakistan selat hormuz geopolitik pertahanan
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.