Makam kuno berumur hampir 4.000 tahun di Sardinia tersembunyi di bawah timbunan tanah dan semak belukar sebelum akhirnya berhasil diungkap oleh para arkeolog. Struktur megalitik tersebut diidentifikasi sebagai makam komunal dari peradaban kuno yang tersimpan rapat selama ribuan tahun.
Berdasarkan proyek restorasi di situs Carrarzu Iddia, wilayah tengah-barat Sardinia, para arkeolog Italia menemukan struktur yang tidak pernah tercatat sebelumnya. Penemuan mengejutkan ini bermula dari kegiatan pemeliharaan di sekitar situs nuraghe setempat.
Tebalnya vegetasi serta timbunan puing selama ribuan tahun diduga menjadi faktor utama yang membuat makam tersebut luput dari pandangan sekaligus terlindung dengan kondisi yang tetap kokoh. Posisi situs ini berada di lereng selatan Crastu Littu dengan pemandangan menghadap langsung ke dataran Macomer.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDengan bantuan warga pemilik lahan setempat, tim arkeolog membersihkan lokasi dan mencatat ciri khas arsitektur makam berupa eksedra batu di bagian pintu masuk serta blok batu trasit. Penemuan ini memperluas wawasan para periset mengenai kebudayaan Zaman Perunggu Nuragic.
Arsitektur Langka dan Misteri Peradaban Nuragic
Meskipun populer dengan sebutan makam raksasa, bangunan kuno tersebut merupakan makam komunal dengan skala dan desain arsitektur yang memikat perhatian para peneliti sejarah. Situs ini juga dikelilingi oleh area pemukiman luas, sumur suci, serta zona pemakaman purba.
Para peneliti mengungkapkan bahwa salah satu fitur paling menarik dari temuan ini adalah keberadaan tingkat internal kedua di dekat pintu masuk. Detail arsitektur tersebut dinilai sangat tidak biasa dan jarang ditemukan pada monumen sejenis.
Keunikan struktur tingkat kedua itu diyakini mampu memberikan sudut pandang baru mengenai teknik konstruksi serta ritual pemakaman masyarakat Nuragic masa lampau. Selain itu, lokasi strategis makam memberikan petunjuk tentang bagaimana komunitas kuno memilih wilayah bermukim.
Petugas kepurbakalaan dari lembaga setempat kini terus memperluas area ekskavasi dan restorasi di kompleks Carrarzu Iddia. Situs tersebut ternyata menyimpan jejak hunian manusia dari era pra-Romawi, Romawi, hingga periode berikutnya.