George W Bush menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat ke-43 yang memimpin negara tersebut dari tahun 2001 hingga 2009 setelah memenangkan pemilihan umum presiden melawan Al Gore. Politisi asal Partai Republik ini memulai masa jabatannya di Gedung Putih dengan berbagai agenda domestik, termasuk program pemotongan pajak dan reformasi pendidikan melalui undang-undang yang disahkan sebelum awal dekade tersebut.
Serangan teroris pada 11 September 2001 mengubah arah kebijakan pemerintahannya secara drastis melalui deklarasi perang global melawan terorisme. Berdasarkan laporan resmi, pemerintahannya membentuk Departemen Keamanan Dalam Negeri, melancarkan invasi militer ke Afghanistan serta Irak, dan menerapkan kebijakan kontroversial demi mengamankan wilayah domestik dari ancaman kelompok ekstremis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi bidang ekonomi, pencapaian kepemimpinannya dinilai beragam karena pertumbuhan produk domestik bruto mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan era sebelumnya meskipun profit korporasi sempat mencatatkan kenaikan yang signifikan. Menjelang akhir masa jabatannya pada tahun 2008, Amerika Serikat harus menghadapi krisis finansial global terburuk yang memaksa pemerintah menerapkan program penyelamatan aset beracun.
Pengamat mencatat bahwa popularitas George W Bush mengalami fluktuasi yang sangat tajam sepanjang masa kepemimpinannya, mulai dari tingkat dukungan tertinggi usai tragedi 11 September hingga titik terendah ketika krisis ekonomi melanda. Setelah purna tugas, posisinya dalam sejarah politik Amerika Serikat tetap menjadi subjek kajian mendalam di kalangan akademisi dan sejarawan.