Kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru kini memiliki pusat ibadah baru yang megah. Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin secara resmi meresmikan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari pada Kamis, 13 Agustus 2026, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari RRI.co.id, peresmian masjid tersebut turut dihadiri oleh jajaran unsur Forkopimda dan para ulama setempat. Kehadiran rumah ibadah ini langsung mencuri perhatian publik karena berdiri megah di atas lahan seluas 11,75 hektare dengan luas bangunan utama mencapai 4.000 meter persegi.
Dilihat dari segi arsitektur, masjid ini mengusung konsep atap limas yang menjadi ciri khas kebudayaan Banjar. Dengan kapasitas yang mampu menampung hingga 3.000 jemaah, bangunan ini diproyeksikan untuk menjadi salah satu ikon wisata religi baru yang membanggakan di wilayah Kalimantan Selatan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePemberian nama masjid diambil dari ulama besar legendaris asal Martapura, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, atau yang lebih dikenal dengan julukan Datu Kalampayan. Ulama karismatik ini merupakan penulis kitab monumental Sabilal Muhtadin yang hingga kini menjadi rujukan penting ilmu keislaman di Nusantara.
Mengutip keterangan resmi dari pemerintah daerah, Gubernur H. Muhidin berharap masjid baru ini tidak sekadar menjadi tempat beribadah semata. Lebih dari itu, fasilitas megah tersebut diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan keislaman serta ruang pembentukan karakter aparatur yang berintegritas tinggi.
Pembangunan fasilitas ibadah yang representatif ini diharapkan semakin memperkuat nilai-nilai keislaman serta mempererat hubungan sosial antarwarga. Pemerintah optimistis kehadiran Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari akan membawa berkah dan kemajuan spiritual bagi masyarakat Kalimantan Selatan.